UMKM Wajib Miliki Mindset Mutu Nomor Satu

Ferial Ayu • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 15:51 WIB
JAGA MUTU: Produk tas yang terbuat dari tenun khas Lombok yang ada di etalase Bale KITA NTB. (FERIAL/LOMBOK POST)
JAGA MUTU: Produk tas yang terbuat dari tenun khas Lombok yang ada di etalase Bale KITA NTB. (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost – Peluang komoditas dan produk olahan unggulan NTB untuk menguasai pasar internasional terbuka makin lebar.

Meski demikian, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diingatkan sejumlah tantang yang harus dihadapi.

Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal mengatakan, tantangan terbesar ekspor bukan terletak pada kerumitan proses administrasi di awal.

Melainkan pada kemampuan menjaga konsistensi mutu dan kapasitas produksi saat pesanan global mulai melonjak.

Baca Juga: STARTInc Cetak Wirausaha Muda NTB

Menurutnya, reputasi produk lokal di mata buyer internasional sangat ditentukan oleh ketahanan standar kualitas dalam jangka panjang.

"Jangan berhenti di status terpilih sebagai  produk yang dibina. Menjaga kualitas, menjaga semangat, dan mempertahankan standar mutunya, itu PR yang paling besar bagi UMKM kita," tegas Bunda Sinta, sapaan akrabnya.

Sinta telah memiliki pengalaman mendampingi misi diplomatik dan perdagangan luar negeri. Kata dia, pembeli asing kerap terkagum-kagum pada sampel awal produk Indonesia.

Namun, kepercayaan tersebut sering kali tergerus akibat penurunan mutu saat volume pemesanan dinaikkan.

Baca Juga: Hotel Diingatkan Tak Berlebihan Naikkan Harga Kamar Jelang MotoGP Mandalika 2026

“Kami berharap UMKM yang bisa melakukan ekspor mampu menjadi contoh bagi UMKM lain untuk berani memperluas pasar sekaligus membangun reputasi produk NTB di tingkat global melalui kualitas yang terjaga,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB Lalu Wiranata menjelaskan, pihaknya melakukan pendampingan teknis melalui program desa ekspor.

Selain pelatihan, juga dilakukan kurasi komperhensif hingga akhir tahun.

Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kapasitas pelaku usaha, penyusunan profil bisnis, hingga fasilitasi akses ke pasar internasional.

Pelaku UMKM juga didampingi penyusunan profil bisnis dan kurasi kualitas sesuai regulasi negara tujuan.

Pendampingan manajemen produksi agar UMKM mampu memenuhi kuota bulk order. Kemudian pembukaan jalur diplomasi perdagangan dan penetrasi pasar ekspor secara berkelanjutan.

Baca Juga: KPK Bongkar Sejumlah Dokumen di Rumah Misterius yang Disewa CV DKK

Upaya menggenjot ekspor non-tambang ini menjadi amunisi penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Mulai dari kriya, hasil perkebunan, hingga produk olahan pangan.

 

Editor : Akbar Sirinawa
UMKM UMKM NTB Dekranasda NTB Mutu ekspor