
LombokPost – Sebanyak 30 pelaku UMKM, Koperasi dan Bumdes mengikuti pelatihan dan pendampingan Desa Ekspor di aula UPTD BKP3D, Rabu (22/7).
Pelatihan ini merupakan program kolaborasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB dengan PT Hindra Soe Consulting (HSC).
Program strategis ini dirancang untuk mengonversi potensi komoditas unggulan perdesaan, seperti kopi lokal, kriya gerabah, hingga kerajinan wastra.
Komoditas tersebut diubah menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi yang siap menembus pasar internasional.
Kepala Disperindag NTB Lalu Wiranata menegaskan, kekuatan riil ekonomi NTB sejatinya berada di kantong-kantong produksi perdesaan. Selama ini, mereka terkendala akses hilirisasi dan legalitas global.
"Ekspor NTB tidak boleh hanya bertumpu di kota-kota besar. Ketika desa mampu berproduksi dengan standar mutu ekspor, kemasan premium, dan legalitas ekspor yang lengkap, maka NTB secara otomatis akan memiliki banyak lumbung devisa baru dari pelosok daerah," tegas Wiranata.
Dijelaskannya, pelatihan dan pendampingan ini berlangsung pada 22–24 Juli 2026.
Bukan sekedar seremonial, 30 peserta tersebut merupakan hasil penyaringan ketat dari 40 desa pembinaan di seluruh wilayah NTB.
Selama tiga hari, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis peningkatan mutu produk. Mereka juga digembleng dalam hal literasi pemasaran digital ekspor, simulasi business matching, serta fasilitasi evaluasi kesiapan ekspor.
“Tujuannya, agar produk lokal mampu memenuhi regulasi ketat negara tujuan ekspor,” sambungnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




