Bapanas Pastikan Beras Premium Tidak Langka meski Harganya Naik dari HET

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:37 WIB
Beras premium di ritel modern Kota Mataram langka.
Beras premium di ritel modern Kota Mataram.

 

 

LombokPost-Pemerintah memastikan stok beras premium masih tersedia di pasaran. Meski beberapa ritel mengalami kekosongan, masyarakat masih bisa menemukan beras premium dari Bulog, ID Food, dan produsen lain.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan, pemerintah akan terus menyalurkan beras premium. Penyaluran juga menyasar pasar ritel modern.

“Sebenarnya tidak langka. Kalau dibilang langka, tidak. Kami juga turun bersama tim, (memang) ada beberapa ritel yang kosong tapi sebagian ritel masih ada. Beras Bulog masih ada. Beras premium masih ada dengan berbagai merek, termasuk beras dari ID Food. Rania dan lain sebagainya,” tutur Ketut di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, seperti dikutip dari jawapos.com, Sabtu (25/7).

Baca Juga: Stok dan Harga Beras di NTB Stabil

Bapanas mencatat rata-rata harga beras premium secara nasional mencapai Rp 15.966 per kilogram per 24 Juli. Angka itu merupakan rata-rata harga dari tiga zona Harga Eceran Tertinggi (HET).

Di Zona I, harga beras premium rata-rata mencapai Rp 15.224 per kilogram. Zona itu mencakup Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.

Harga itu lebih tinggi 2,17 persen dari HET beras premium sebesar Rp 14.900 per kilogram. Namun, pemerintah menilai kenaikannya masih relatif kecil.

“Kalau dilihat dari harga, relatif, tapi ada beberapa yang stabil. Kalau menengah ke atas, naik sedikit, oke lah. Tolong jangan juga teriak yang menengah ke atasnya. Justru yang menengah ke atas itu memberikan semacam subsidi silang,” kata Ketut.

Baca Juga: 59 Tahun BULOG, Menjaga Dapur Bangsa Tetap Berasap

Pemerintah terus mengintervensi harga dan pasokan untuk membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Upaya itu dilakukan melalui bantuan pangan serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.

“Mereka mengeluarkan lebih banyak sedikit tapi masyarakat yang (paling) memerlukan, yang menengah ke bawah atau yang di bawahnya lagi, tentu dukungan bantuan dari pemerintah tidak henti-hentinya. Jadi (harga) naik sedikit, tapi intervensi pemerintah terus-menerus. Ini seimbang sebenarnya,” tambah Ketut.

Sejak Januari 2026, pemerintah telah menyalurkan 1,4 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada masyarakat. Jumlah itu mencakup penjualan beras SPHP pada Januari hingga Februari sebanyak 221,05 ribu ton.

Penyaluran itu menjadi perpanjangan program SPHP beras 2025. Pemerintah juga merealisasikan penyaluran SPHP sebanyak 520,83 ribu ton pada Maret hingga Juli 2026. Selain itu, realisasi program bantuan pangan tahap pertama mencapai 662,88 ribu ton.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Beras sphp badan pangan nasional beras premium cadangan beras pemerintah Harga Beras