Koperasi NTB Gandeng Bulog Perkuat Ritel Pangan

Ferial Ayu • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 07:39 WIB
KERJA SAMA: Pimwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar (kanan) menandatangani MoU dengan Dekopinwil NTB, belum lama ini. (IST/LOMBOK POST)
KERJA SAMA: Pimwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar (kanan) menandatangani MoU dengan Dekopinwil NTB, belum lama ini. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTB mulai merealisasikan langkah memperkuat posisi koperasi dalam rantai pasok pangan daerah.

Mengeksekusi nota kesepahaman (MoU) bersama Perum Bulog untuk memperkuat jaringan ritel pangan, sekaligus penyerapan hasil panen jagung petani lokal.

Kemitraan strategis ini dirancang untuk mengubah koperasi di NTB. Tidak sekadar menjadi penonton, namun juga pemain utama dalam ekosistem distribusi pangan dan stabilitas harga komoditas unggulan.

Ketua Dekopinwil NTB Lalu Anis Mudjahid menegaskan, potensi pasar yang dimiliki Bulog sangat besar. Itu harus segera ditangkap oleh jaringan koperasi di kabupaten/kota.

Baca Juga: Bale KITA Bersiap Ekspansi Pemasaran Produk UMKM

"Target tahun ini kita tinggal melaksanakan apa yang sudah dikerjasamakan, salah satunya dengan Bulog,” ujarnya.

“Ini pasar yang luar biasa. Kepala Bulog bahkan menyampaikan langsung ke saya agar kerja sama ini segera kita realisasikan," sambung Anis.

Akselerasi kerja sama ini difokuskan pada tiga skema bisnis utama untuk mendongkrak omzet koperasi sekaligus melindungi hasil pertanian warga.

Langkah tersebut ditempuh melalui perluasan jaringan ritel produk pangan olahan Bulog hingga ke perdesaan.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan KEK Samota di Sumbawa Sebagai Magnet Investasi Indonesia Timur

Satu modelnya, memperbesar ritel dari produk-produk Bulog, pangan, dan jagung," ujarnya.

Selanjutnya, membuka akses penyerapan jagung secara langsung dari petani NTB demi menjaga kepastian harga.

Lalu, mengaktifkan kembali fasilitas gudang koperasi yang menganggur sebagai pusat penyimpanan cadangan pangan.

Langkah inventarisasi gudang-gudang koperasi di seluruh NTB dinilai menjadi kunci penting.

Hal tersebut menyokong kapasitas logistik Bulog yang kerap membutuhkan ruang simpan tambahan saat musim panen raya.

Melalui optimalisasi aset gudang, kepastian penyerapan jagung, serta ekspansi gerai ritel pangan, pihaknya optimistis pergerakan ekonomi anggota koperasi dan kesejahteraan petani dapat meningkat secara signifikan.

Baca Juga: Tiga Wamen Kunjungi Bendungan Beringin Sila di Utan, Bidik Potensi Pusat Penggerak Ekonomi Baru

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
ritel pangan koperasi stabilitas harga Bulog NTB Dekopinwil NTB