LombokPost – Tak melulu soal deretan perbukitan dan sejuknya udara kaki Gunung Rinjani, Sembalun juga menyimpan kehangatan yang merayap perlahan dari balik cangkir-cangkir kopi.
Kawasan di Kabupaten Lombok Timur ini tak hanya jadi titik berangkat pendaki yang memburu puncak Rinjani.
Di tanah vulkanik yang subur ini, perajin kopi lokal merajut cara baru dalam mengenalkan keindahan tanah kelahirannya. Yakni lewat aroma dan cita rasa.
Di Desa Sajang, ada UMKM Sajang Coffee Sembalun. Berawal dari lapak seduh sederhana pada 2019, tempat ini lahir dari percakapan-percakapan hangat.
Baca Juga: Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Sumbawa-Bima, Targetkan Produksi 6 Juta DOC Per Tahun
Terutama wisatawan yang merindukan cangkir kopi asli usai lelah menjelajah lanskap savana dan perkebunan.
“Kopi asli Sembalun, baik arabika maupun robusta, memiliki aroma dan cita rasa khas. Kami terpikir mengembangkan usaha ini sebagai cara mempromosikan Sembalun dengan cara yang berbeda,” kenang pemilik Sajang Coffee Andi Suhandi.
Bagi Andi, secangkir kopi bukan sekadar jualan komoditas. Kopi adalah duta cerita yang membawa ingatan pengunjung pada hamparan kebun stroberi, deretan kebun bawang putih, hingga keramahan warga lokal.
Hingga sekarang, Sajang Coffee menjadi salah satu coffee shop yang ramai dikunjungi wisatawan. Selain menyajikan kopi seduh, pihaknya juga memproduksi berbagai varian kopi kemasan.
Baca Juga: Gubernur Iqbal Turun Tangan Tata Pasar Kuta Mandalika, Lapak Bocor hingga Sanitasi Dibenahi
Produk itu telah melanglang buana hingga ke berbagai daerah di Nusantara dan mancanegara.
Selain bawang putih dan komoditas hortikultura lainnya, Sembalun memiliki potensi pengembangan kopi yang menjanjikan.
Karenanya, pelaku UMKM kopi masih memerlukan atensi pemerintah daerah.
Dukungan tak melulu harus diarahkan pada pembangunan infrastruktur pariwisata. Pelaku usaha yang menjadi bagian dari ekosistem wisata juga perlu banyak mendapatkan bantuan.
“Pelaku UMKM butuh bantuan peralatan produksi untuk jaga kualitas sekaligus meningkatkan kapasitas usahanya,” ujarnya.
UMKM Sajang Coffee membuktikan, pariwisata yang berkesan selalu melibatkan seluruh indra. Mata dimanjakan megahnya lanskap perbukitan, sementara indra perasa dan penciuman disapa pekatnya kopi lokal.
Baca Juga: Tragedi di Jalur Torean Rinjani, Pendaki Ritual 17 Tahun Tewas Usai Terjatuh ke Jurang 100 Meter
Editor : Akbar Sirinawa