LombokPost-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dapat memangkas rantai pasok hasil pertanian. Distribusi yang lebih pendek diharapkan meningkatkan keuntungan petani sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Selama ini, panjangnya jalur distribusi mengurangi nilai yang diterima petani. Kopdes Merah Putih akan menyederhanakan alur dari delapan mata rantai menjadi tiga.
Hasil pertanian nantinya disalurkan dari petani ke koperasi. Selanjutnya, koperasi mendistribusikannya langsung kepada masyarakat.
“Di sektor pertanian, fungsi utama koperasi adalah memotong supply chain atau rantai pasok dari delapan mata rantai menjadi tiga. Yakni petani, koperasi, lalu masyarakat,” kata Amran dalam Rapat Koordinasi Terbatas Kopdes Merah Putih di Jakarta, Selasa (28/7).
Baca Juga: Selisih Transaksi Pikap Kopdes Merah Putih Tembus Rp 5,54 Triliun, ICW Dorong APH untuk Selidiki
Rapat itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Kementerian Pertanian menghitung keuntungan tengkulak dari sembilan komoditas utama mencapai sekitar Rp 313 triliun. Sebagian keuntungan itu dinilai dapat dialihkan kepada koperasi dan petani.
Amran memperkirakan koperasi cukup memperoleh Rp 50 triliun. Dengan skema itu, sekitar Rp 263 triliun masih dapat dinikmati petani.
“Kalau koperasi memperoleh Rp 50 triliun saja, berarti masih ada sekitar Rp263 triliun yang bisa dinikmati petani. Dampaknya harga di tingkat petani meningkat, daya beli masyarakat ikut naik, uang berputar di desa, dan ekonomi kerakyatan tumbuh. Itu yang diinginkan Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.
Kopdes Merah Putih juga akan mendekatkan berbagai layanan pertanian kepada petani. Pupuk bersubsidi akan tersedia di tingkat desa sehingga lebih mudah dijangkau.
Petani juga tidak lagi bergantung pada gudang yang jauh dari sentra produksi saat menjual gabah.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com