Neraca Dagang NTB Surplus, Tembus USD 1,24 Miliar

Ferial Ayu • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:03 WIB
EKSPOR: Kontainer yang memuat produk unggulan NTB untuk diekspor ke sejumlah negara, beberapa waktu lalu. (DOK/LOMBOK POST)
EKSPOR: Kontainer yang memuat produk unggulan NTB untuk diekspor ke sejumlah negara, beberapa waktu lalu. (DOK/LOMBOK POST)

LombokPost – Perekonomian NTB mencatatkan rekor impresif sepanjang semester pertama 2026.

Pertumbuhan ekonomi daerah ini meroket hingga 13,64 persen secara tahunan (yoy), dengan lonjakan surplus neraca perdagangan yang menembus USD 1,241 miliar.

Capaian ini ditopang melejitnya aktivitas ekspor komoditas pertambangan. Khususnya konsentrat tembaga dan katoda dari fasilitas smelter PT AMMAN Mineral.

“Pemerintah terus menjaga momentum tersebut melalui pengelolaan fiskal yang hati-hati, prudent, dan tepat sasaran,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Ratih Hapsari Kusumawardani.

Baca Juga: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Pengelolaan Lahan Pertanian Secara Kolektif

DJPb NTB mencatat tiga pilar utama di balik solidnya kinerja ekonomi daerah. Di antaranya, surplus neraca perdagangan mencapai USD 1,241 miliar.

Hingga Juni 2026, total nilai ekspor NTB menembus USD 1,287 miliar yang didominasi tembaga, katoda, dan mutiara. Sementara impor hanya sebesar USD 45,90 juta.

Selanjutnya, indikator kesejahteraan petani dan nelayan kian menguat. Ditandai melambungnya Nilai Tukar Petani (NTP) ke angka 130,95 serta Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang menyentuh 110,85.

Hal ini mencerminkan daya beli dan penerimaan sektor agromaritim yang terus membaik.

Baca Juga: Bangun Relawan Berbasis TPS, PAN NTB Lantik 1.500 Relawan di Lobar, KLU dan Kota Mataram

Kemudian pengangguran dan kemiskinan berhasil terpangkas secara signifikan.

Hal itu ditunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang berhasil ditekan hingga 2,99 persen. Penurunan angka kemiskinan menjadi 11,38 persen, dan perbaikan Gini Ratio di angka 0,364.

“Itu menandakan pemerataan pendapatan masyarakat kian optimal,” sambungnya.

Ratih menjelaskan, nilai PDRB atas dasar harga berlaku NTB telah menyentuh Rp 52,62 triliun pada Triwulan I 2026.

Pemerintah daerah bersama TPID juga terus meredam inflasi tahunan di angka 3,55 persen, agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Kita juga mendorong diversifikasi ke sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan UMKM agar pertumbuhan ekonomi NTB tetap inklusif dan tidak bergantung pada tambang semata,” tandas Ratih.

Baca Juga: Berbalut Kain Tenun, Wagub NTB Tampil Memesona di Panggung BTN IFW 2026

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
neraca dagang surplus pertambangan Ekonomi ekspor