Mutiara hingga Udang Olahan Perlihatkan Tren Positif di Pasar Global

Ferial Ayu • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 05:51 WIB
EKSPOR: Kontainer yang memuat produk unggulan NTB untuk diekspor ke sejumlah negara, beberapa waktu lalu. (DOK/LOMBOK POST)
EKSPOR: Kontainer yang memuat produk unggulan NTB untuk diekspor ke sejumlah negara, beberapa waktu lalu. (DOK/LOMBOK POST)

LombokPost – Kinerja ekspor Provinsi NTB sepanjang semester pertama tahun 2026 mencatatkan lompatan luar biasa.

Selain produk hilirisasi tambang, komoditas perhiasan mutiara budi daya hingga perikanan olahan turut memperkuat posisi NTB di pasar internasional.

Berdasarkan data Cukai di NTB, secara akumulatif, nilai ekspor NTB periode Januari-Juni 2026 menembus angka USD 1.351,92 juta.

Capaian tersebut mencatatkan lonjakan fantastis hingga 561,24 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 lalu.

Baca Juga: Usai Susun Program Digital, Pendidik SMAN 9 Mataram Gembleng Soliditas Lewat Outbound di Karang Bayan

Sedangkan nilai ekspor bulanan pada Juni 2026 tercatat sebesar USD 83 juta. Jumlah ini mengalami penyesuaian sebesar 11,44 persen secara tahunan (year on year).

Komposisi produk yang dikirim menunjukkan penguatan pada produk bertaraf nilai tambah.

Struktur ekspor NTB pada Juni 2026 memang masih didominasi hasil pengolahan smelter sebesar USD 73,33 juta atau 88,36 persen.

“Meski begitu, peran sektor non-tambang seperti perhiasan, mutiara, serta perikanan tangkap dan budidaya sangat signifikan dalam menjaga kesinambungan komoditas luar negeri kita," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin, Senin (3/8).

Baca Juga: Haji Iron Minta Tidak Bawa-Bawa Gerindra di Kasus LAZ

Rincian lengkapnya, produk tembaga dan katoda menyumbang USD 73,33 juta atau 88,36 persen. Sebagian besar ditujukan ke Thailand, sebesar 57,00 persen dan Korea Selatan 24,76 persen.

Kelompok perhiasan dan permata seperti perak dan mutiara memberikan kontribusi sebesar USD 7,85 juta atau 9,47 persen. Komoditas ini menyasar pasar utama Hong Kong, Australia, dan Jepang.

Sektor bahari juga mencatatkan angka signifikan lewat komoditas ikan dan udang segar maupun beku senilai USD 1,28 juta atau 1,55 persen.

Termasuk udang kaki putih, fillet tuna beku, tuna sirip kuning, hingga lobster yang diekspor ke Amerika Serikat dan Taiwan.

Sementara itu, kelompok produk olahan dan industri penunjang lainnya turut melengkapi kinerja ekspor daerah.

Mencakup olahan daging dan ikan senilai USD 166,83 ribu, garam, belerang, dan kapur sebesar USD 234,14 ribu, serta mesin dan peralatan listrik setara USD 114,18 ribu.

Baca Juga: Inflasi NTB Melandai, Kota Bima Masih Jadi yang Tertinggi

Wahyudin menambahkan, sebagian besar komoditas non-tambang NTB tersebut didistribusikan melalui hub logistik utama.

Seperti Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Priok Jakarta untuk menjangkau negara tujuan di Asia, Amerika, hingga Eropa.

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
udang olahan ekspor pasar global mutiara BPS NTB