Jaga Stabilitas Harga, Bank Indonesia dan TPID NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Pagesangan

Ferial Ayu • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 10:34 WIB
GERAKAN PANGAN MURAH: Warga yang tengah membeli bahan pangan murah di kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Bank Indonesia dan TPID NTB, Senin (27/7). (HUMAS BI NTB)
GERAKAN PANGAN MURAH: Warga yang tengah membeli bahan pangan murah di kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Bank Indonesia dan TPID NTB, Senin (27/7). (HUMAS BI NTB)

LombokPost – Bank Indonesia (BI) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Pagesangan, Kota Mataram, Senin (27/7).

Langkah ini bukan sekadar operasi pasar biasa. Mengusung tema sinergi di tengah tantangan iklim dan dinamika pariwisata, kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Strategis (GPIPS) Balinusra 2026.

Sektor pariwisata NTB yang terus melaju serta cuaca yang tak menentu memang menjadi ujian tersendiri bagi stabilitas harga.

Langkah holistik ini mendapat apresiasi pusat.

Baca Juga: Mutiara hingga Udang Olahan Perlihatkan Tren Positif di Pasar Global

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan bahwa Sekretariat TPID akan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan inflasi yang rendah dan stabil. 

Senada dengan itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudy Badrudin Hutabarat, menekankan bahwa pengendalian inflasi merupakan kerja kolektif seluruh pihak untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan daya beli, dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Dr. Bima Arya Sugiarto, menyampaikan, pengendalian inflasi yang efektif akan mendorong konsumsi, produksi, penciptaan lapangan kerja, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

GPM di Pasar Pagesangan menyediakan 16 komoditas pangan strategis dengan harga terjangkau, seperti beras SPHP, Minyak Kita, gula pasir, telur ayam, dan berbagai komoditas hortikultura hasil petani lokal.

Baca Juga: Pertamina Pasok 7.600 Kiloliter BBM di NTB Melalui Integrated Terminal Ampenan

Kegiatan ini melibatkan Perum Bulog, Bale Bawang, PPI, Rajawali Nusindo, Rose Brand, UD Sinta, serta UMKM sektor pangan dengan menerapkan prinsip 3T (tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran). GPM juga dilaksanakan serentak di Provinsi Bali dan NTT.

Manfaat kegiatan turut dirasakan masyarakat. Distributor Bale Bawang menyampaikan bahwa GPM membantu memperluas pemasaran produk sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.

Salah seorang pengunjung Nida juga mengaku memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah dan seluruh anggota TPID dalam mendorong produktivitas dan kelancaran distribusi pangan untuk mengendalikan inflasi di NTB.

BI juga terus memperkuat sinergi melalui implementasi GPIPS, dengan fokus pada ketersediaan pasokan (K2) dan kelancaran distribusi (K3) untuk mencapai sasaran inflasi NTB sesuai target nasional 2,5 -1 persen.

Baca Juga: Batu Bata Hingga Kemangi Tahan Laju Deflasi NTB

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post Online
GPIPS TPID NTB gerakan pangan murah gpm Bank Indonesia