
LombokPost – Ancaman gangguan produksi pangan akibat fenomena El Nino menjadi perhatian Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas harga di NTB.
Tak hanya mengandalkan operasi pasar, pengendalian inflasi kini diarahkan sejak sisi produksi hingga distribusi.
Kepala Kantor Perwakilan BI NTB Hario K Pamungkas mengatakan, strategi tersebut diperkuat melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
Program ini merupakan penguatan dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan melibatkan sinergi berbagai kementerian dan lembaga.
“Ini merupakan sinergi Bank Indonesia dengan berbagai kementerian dan lembaga yang ada di Indonesia,” kata Hario.
Menurutnya, penguatan pengendalian inflasi pangan menjadi penting untuk mengantisipasi berbagai risiko yang dapat mengganggu produksi dan ketersediaan komoditas.
El Nino menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi karena dapat berdampak terhadap produktivitas pangan.
Dalam rapat GPIPS wilayah Bali dan Nusa Tenggara, sejumlah langkah strategis telah disepakati.
Salah satu fokus utamanya meningkatkan produksi dan produktivitas pangan di tengah ancaman perubahan kondisi cuaca.
Namun, peningkatan produksi saja dinilai belum cukup. BI juga mendorong penguatan distribusi dan rantai pasok.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




