Sorghum dari Ampenan Ini Melanglang Buana ke Malaysia dan Singapura

Ferial Ayu • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 04:57 WIB
TUNJUKKAN ETALSE: Eli menunjukkan produk sorghum di etalase toko Yant Sorghum, Ampenan, belum lama ini. (FERIAL/LOMBOK POST)
TUNJUKKAN ETALSE: Eli menunjukkan produk sorghum di etalase toko Yant Sorghum, Ampenan, belum lama ini. (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost – Jari-Jemari Eli tampak cekatan menata deretan kudapan sehat di gerai Yant Sorghum, kawasan Ampenan, Kota Mataram. 

Sejak belasan tahun lalu, ia setia mengolah tepung berwarna kecokelatan itu.

Bukan terigu yang lazim di pasaran. Itu adalah sorghum, pangan lokal kaya manfaat yang dulunya kerap dipandang sebelah mata.

Kisah ini bermula pada 2010 silam saat pemerintah gencar menggemakan pengurangan impor gandum.

Baca Juga: Ratusan Warga Rempung Berhasil Aktifkan IKD dalam Sehari

Ketika pelaku UMKM lain memburu jagung dan singkong, Eli justru mengambil celah yang jarang dilirik.

"Biar lebih beda saja. Kalau ubi dan jagung kan sudah banyak yang olah," ujarnya.

Langkah independen itu memicu ujian. Sorghum tidak memiliki gluten, membuat adonannya sangat rapuh dan mudah ambyar saat dicetak. Tapi berulang kali gagal tak membuatnya patah arang.

Lewat pameran dan riset mandiri, ia menemukan kunci rahasia yang berasal dari batang tanaman sorghum itu sendiri. Air nira manis yang diolah kental dijadikan pengikat alami adonan pengganti gula pasir.

Baca Juga: Gara-Gara Bakar Sampah, Lahan di Kampung Homestay Rangkap Satu Kuta Mandalika Terbakar

Siasat genius itu membuahkan hasil. Dari semula hanya delapan varian cookies, kini produknya berkembang pesat.

Ia mengolah sorghum menjadi kopi, susu, tempe, hingga inovasi wadah ramah lingkungan berupa cone dan sendok yang bisa dimakan.

Tak ketinggalan sirup rempah sorghum berkhasiat mirip madu untuk konsumen gaya hidup sehat.

“Saya fokus produksi, kalau distribusi dan bisnis dipegang Ibu Yanti,” kata Eli menceritakan pembagian tugas di Yant Sorghum, nama UMKM mereka.

Setiap pekan, puluhan kilogram biji sorghum kering disosoh secara mandiri dari petani lokal. Mutu yang terjaga membuat produknya memikat hotel, restoran, serta pusat oleh-oleh di Mandalika, Senggigi, hingga Gili Trawangan.

Tak main-main, kelezatan cookies bebas gluten ini bahkan telah melanglang buana, menembus pasar ekspor di Malaysia dan Singapura.

Baca Juga: Penduduk Indonesia Tembus 290,1 Juta Jiwa, Hampir 70 Persen Usia Produktif

Bahkan ada reseller dari Jakarta yang membeli produk sorghum Ampenan ini.

“Katanya mau dijual lagi. Dia ada toko gitu,” tandasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
SORGHUM Yant Sorghum kudapan sehat UMKM ekspor