Warga Keluhkan Antrean Pertalite yang Mengular Panjang

Ferial Ayu • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 06:13 WIB
MENGULAR: Antrean panjang pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU Bengkel, Lombok Barat, Selasa siang (4/8). (FERIAL/LOMBOK POST)
MENGULAR: Antrean panjang pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU Bengkel, Lombok Barat, Selasa siang (4/8). (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost – Pemandangan antrean panjang kendaraan mengular mewarnai sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai tempat di Lombok.

Pantauan Lombok Post, pemandangan ini terlihat jelas, salah satunya di SPBU Bengkel, Lombok Barat, hingga SPBU di depan RSUD NTB, Mataram.

Di bawah terik matahari siang yang menyengat, para pengendara harus ekstra sabar mengantre demi mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

Kondisi sulitnya berburu BBM ini memicu keluhan meluas dari masyarakat pengguna jalan.

Baca Juga: LPS: Di Tengah Tekanan Ekonomi, Simpanan Nasabah Bank Tetap Tumbuh Per Juni 2026

Idham, salah seorang pengendara mengaku, aktivitas sehari-harinya cukup terganggu.

Biasanya ia bisa mengisi bensin dengan tenang sebelum berangkat kerja. Kini pola itu berubah total akibat antrean yang mengular setiap hari.

“Sekarang harus dibalik, malam baru bisa isi bensin. Itu pun kadang Pertalite sudah habis. Kalau sore justru paling parah antreannya. Harapan saya semoga bisa normal kembali, makin ke sini kok makin ribet saja,” keluhnya.

Ia mengaku beruntung masih ada pedagang bensin eceran di pinggir jalan yang menjadi penyelamat agar lebih cepat.

Baca Juga: Korsleting Listrik, Satu Unit Rumah Ludes Terbakar di Sintung, Lombok Tengah

Ismawati, pengendara lainnya juga mengeluhkan antrean panjang ini. "Ada mungkin setengah jam saya nunggu ini, mana panas banget," kata Isma.

Kontras dengan antrean Pertalite, BBM jenis Pertamax tampak lebih normal. Terlihat hanya beberapa unit kendaraan yang mengantre melakukan pengisian.

“Kalau mau isi Pertamax di sebelah kiri ya, pakai jalur khusus,” ujar salah satu petugas SPBU Bengkel.

Senin awal pekan ini, pasokan BBM sebanyak 7.600 kiloliter (KL) masuk di Integrated Terminal (IT) Ampenan, Mataram.

Rinciannya, 4.100 KL Pertalite, 500 KL Pertamax, dan 3.000 KL Biosolar.

"Langkah ini kami lakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi.

Baca Juga: Polres Lombok Timur Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Keruak

Pertamina mengklaim, berdasarkan hasil pemantauan lapangan, kondisi stok di sejumlah SPBU wilayah Lombok dipastikan dalam posisi aman.

Di antaranya, SPBU 54.836.09 Lenek yang mengantongi stok 8 KL, SPBU 54.836.11 Masbagik sebanyak 16 KL, SPBU 54.836.04 Sekarteja 8 KL, serta SPBU 54.836.15 Rempung sebesar 8 KL.

“Seluruh pasokan dari IT Ampenan akan langsung disalurkan secara berkala sesuai kebutuhan lembaga penyalur,” pungkas Ahad.

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Antrean panjang spbu keluhan pengendara BBM