LombokPost – Aliran uang dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri terus memberi daya dorong bagi perekonomian NTB. Hingga semester I 2026, remitansi yang masuk ke NTB mencapai Rp 88,87 miliar.
Angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi PMI terhadap perputaran ekonomi daerah. Uang yang dikirim dari luar negeri tidak hanya menjadi penopang kebutuhan keluarga.
Namun juga menggerakkan konsumsi, pendidikan, perumahan, hingga kegiatan usaha lain di daerah asal.
Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, Rp 88,87 miliar ini merupakan remitansi yang diterima masyarakat NTB melalui Bank Indonesia dan PT Pos Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026. Dari total tersebut, Rp 47,31 miliar masuk melalui perbankan.
Baca Juga: Marc Cucurella Ngaku Bangga Gabung Real Madrid Usai Latihan Perdana
“Sementara remitansi yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia mencapai Rp 41,56 miliar,” ujarnya.
Khusus Juni 2026, aliran remitansi mencapai Rp 15,89 miliar. Rinciannya, Rp 7,39 miliar diterima melalui perbankan dan Rp 8,50 miliar melalui PT Pos Indonesia.
Besarnya remitansi pada Juni menunjukkan jalur pengiriman melalui Pos Indonesia masih memiliki peran signifikan bagi keluarga PMI di NTB.
Nilainya bahkan lebih tinggi dibandingkan remitansi yang masuk melalui perbankan pada bulan yang sama.
Baca Juga: Profesor Berdampak Unram Bangkitkan Kembali Kopi Arabika Sembalun
Dari jalur perbankan, Arab Saudi menjadi negara penyumbang remitansi terbesar pada Juni 2026. Nilainya mencapai sekitar Rp 2,84 miliar atau 38,48 persen. Berikutnya Malaysia sebesar Rp 2,18 miliar dan Jepang Rp 1,08 miliar.
Dari sisi penerima, Kota Mataram mencatat porsi terbesar, yakni 36,93 persen dari total remitansi melalui perbankan.
Namun, angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan Mataram sebagai daerah dengan jumlah PMI terbanyak.
Wahyudin menjelaskan, Mataram memiliki posisi sebagai pusat layanan keuangan. Remitansi yang diterima melalui perbankan di Mataram bisa saja ditujukan kepada keluarga PMI yang berasal dari daerah sekitar, termasuk Lombok Barat dan Lombok Utara.
Sumbawa berada di posisi berikutnya dengan porsi 31,26 persen. Adapun Lombok Tengah dan Dompu tercatat menjadi daerah dengan porsi lebih kecil. Masing-masing sekitar 1,67 persen dan 1,71 persen.
Pola serupa terlihat pada remitansi melalui PT Pos Indonesia. Kota Mataram menjadi penerima terbesar dengan nilai Rp 2,45 miliar atau 28,78 persen. Berikutnya Lombok Tengah Rp 1,55 miliar dan Sumbawa Rp 1,31 miliar.
Baca Juga: MotoGP Tetap di Silverstone hingga 2028, 12 Pemenang Berbeda Jadi Buktinya
“Kota Bima menjadi penerima terkecil Rp 67 juta,” tambahnya.
Bagi NTB, remitansi tersebut bukan sekadar angka transfer dari luar negeri. Jika dikelola secara produktif, aliran dana PMI dapat menjadi modal penting untuk memperkuat ekonomi keluarga dan menciptakan sumber pendapatan baru.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post