Kadin NTB Bidik Pasar Global dan Investasi Hijau

Ferial Ayu • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:42 WIB
BERTEMU DELEGASI: Pertemuan Kadin dengan duta besar Bulgaria di NTB, beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)
BERTEMU DELEGASI: Pertemuan Kadin dengan duta besar Bulgaria di NTB, beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Ambisi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB membawa produk lokal menembus pasar global mulai diarahkan pada satu pekerjaan besar, yakni membenahi kapasitas produksi.

Bagi Kadin NTB periode 2025-2030, membuka pintu ekspor tidak cukup hanya dengan menemukan pembeli.

Produk lokal harus mampu memenuhi permintaan dalam jumlah besar dengan kualitas yang konsisten.

Wakil Ketua Kadin NTB Lalu Anas Amrullah mengatakan, ekspektasi tersebut harus dijawab melalui program yang menghasilkan dampak nyata.

Baca Juga: Faurani Kembali Nakhodai Kadin NTB Periode 2025-2030

 “Harapannya pak gubernur dan Pak Anin tinggi sekali kepada kadin. Maka kami harus menerjemahkan itu untuk kami jawab dalam bentuk aksi nyata,” kata Anas di Mataram, Rabu (12/8).

Salah satu langkah yang tengah disiapkan yakni katalog produk NTB. Katalog ini akan menjadi etalase produk unggulan daerah.

Sekaligus pintu masuk memperkenalkan produk lokal kepada calon pembeli dan mitra bisnis mancanegara.

Konsep tersebut mengadopsi platform We Buy from Indonesia milik Kadin Indonesia. Platform tersebut mempertemukan produk Indonesia dengan pasar dan perusahaan besar dunia.

Baca Juga: Kekeringan Makin Parah, Bima Alami 84 Hari tanpa Hujan

Namun, Kadin menyadari ekspor bukan perkara sederhana. Produk kerajinan menjadi salah satu kandidat untuk ekspor perdana. Tapi persoalan kapasitas produksi masih menjadi tantangan.

Permintaan dalam jumlah besar berpotensi tidak terpenuhi karena produksi pengrajin masih berjalan secara individual. Belum terorganisasi dalam skala industri.

Karena itu, Kadin menyiapkan skema produksi yang melibatkan sekolah atau SMK serta membangun peran offtaker.

Skema tersebut memungkinkan bahan baku disiapkan dengan standar seragam, kemudian diproses awal atau finishing sebelum didistribusikan kepada pengrajin.

“Dengan begitu kualitasnya bisa sama,” ujarnya.

Tak hanya mengejar ekspor, Kadin NTB juga mulai membidik investasi berkelanjutan.

Baca Juga: Empat Pilar ParTha, Langkah Bersama Cegah TPPO

Tiga sektor menjadi perhatian yakni energi terbarukan, ekowisata, dan carbon storage.

Peluang PLTS menjadi salah satu sasaran investasi. Sementara sektor pariwisata diarahkan pada pengembangan destinasi berbasis keberlanjutan.

Hal yang tak kalah menarik adalah rencana pengembangan carbon storage berbasis rumput laut.

Komoditas yang selama ini dikenal sebagai produk perdagangan itu ingin didorong masuk ke ranah ekonomi karbon.

Baca Juga: Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keras Seleksi Hakim Agung, KY Dinilai Tak Serius

“Kita sedang menginisiasi carbon storage menggunakan rumput laut,” katanya.

Di sisi lain, Kadin NTB memperkuat perannya sebagai jembatan antara pemerintah dan dunia usaha.

Pertemuan dengan calon investor maupun mitra dagang asing tidak ingin berhenti pada agenda seremonial.

Anas mencontohkan pertemuan dengan duta besar Bulgaria yang sebelumnya bertemu gubernur NTB, kemudian dilanjutkan dengan Kadin NTB.

Dari forum tersebut, kadin langsung mendorong pertemuan dengan pelaku usaha.

“Kepada dubes Bulgaria, kami bilang, mana businessman kamu? Kami ingin ketemu. Supaya pintunya benar-benar konkret,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkab Sumbawa Targetkan Pendapatan Daerah Rp 1,92 Triliun di 2027

Pola tersebut sejalan dengan komitmen Pemprov NTB untuk melibatkan kadin dalam misi dagang maupun agenda menerima investor dan tamu dari luar negeri.

Bagi Kadin NTB, momentum itu menjadi kesempatan mengubah potensi menjadi transaksi.

Ekspor menjadi pintu awal, investasi hijau menjadi sasaran berikutnya, sementara UMKM disiapkan sebagai bagian penting dari rantai ekonomi global.

 Insya Allah, Kadin NTB akan all out mendukung pemerintah dalam pembangunan, baik di daerah, maupun di tataran nasional,” tandas Anas.

Baca Juga: Dosen UMMAT Ikuti Pelatihan Analisis Data dengan JASP dan AI

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Kadin NTB investasi energi terbarukan ekspor pasar global