LombokPost – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berkunjung ke Bale Kita, Mataram, Rabu (12/8).
Anggota dewan yang juga keponakan Presiden Prabowo Subianto itu memborong ragam produk yang dikembangkan pelaku UMKM NTB.
Kunjungan Rahayu di Bale KITA didampingi Ketua Dekranasda NTB Sinta Iqbal dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Lalu Wiranata.
Rahayu mengaku terkesan dengan kualitas sekaligus keberagaman produk yang ditampilkan.
Baca Juga: Kadin NTB Bidik Pasar Global dan Investasi Hijau
Menurutnya, UMKM NTB memiliki modal kuat untuk berkembang karena mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal.
“UMKM-UMKM NTB sangat bagus. Ini sangat luar biasa dan memotivasi kita,” kata Rahayu.
Menurutnya, produk berbasis budaya dan ekonomi kreatif memiliki nilai jual yang tidak sekadar ditentukan oleh bentuk maupun fungsi.
Cerita di balik produk, identitas daerah, serta keberagaman budaya justru dapat menjadi kekuatan ketika dibawa ke pasar yang lebih luas.
Baca Juga: Kekeringan Makin Parah, Bima Alami 84 Hari tanpa Hujan
Karena itu, ia berharap Bale Kita tidak hanya menjadi tempat memajang dan menjual produk.
Ruang tersebut dapat dikembangkan sebagai tempat inkubasi UMKM untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan dan pendampingan.
“Siapa tahu nanti banyak produk yang bisa diekspor dan dikenal masyarakat mancanegara sebagai produk dari keberagaman budaya dan ekonomi kreatif Indonesia, salah satunya dari NTB,” ujarnya.
Namun, peluang pasar global tidak datang begitu saja. Pelaku UMKM harus berani meningkatkan kualitas sekaligus mengikuti perubahan pola pemasaran.
Rahayu mendorong pelaku usaha memanfaatkan teknologi untuk memperluas promosi dan pemasaran.
Digitalisasi, menurutnya harus menjadi bagian dari strategi UMKM agar tidak hanya mengandalkan pasar konvensional.
Baca Juga: Pemkab Sumbawa Targetkan Pendapatan Daerah Rp 1,92 Triliun di 2027
“Sebagai pelaku usaha, saya berharap terus meningkatkan kapasitas, belajar banyak hal. Dengan kemajuan teknologi, kita harus terus mengembangkan kapasitas, baik dalam marketing, promosi maupun kualitas,” katanya.
Peningkatan kualitas menjadi pekerjaan penting. Produk yang memiliki identitas lokal harus tetap memenuhi standar pasar nasional hingga internasional.
Bagi Rahayu, NTB memiliki peluang besar untuk membawa produk lokal ke panggung dunia.
Tinggal bagaimana pelaku UMKM memperkuat kapasitas, menjaga kualitas, dan berani memperluas pasar.
Baca Juga: Empat Pilar ParTha, Langkah Bersama Cegah TPPO
“Terus semangat, terus mengembangkan kapasitas agar go international,” tandasnya.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post