LombokPost – Kinerja ekspor NTB ternyata tidak hanya berkaitan dengan neraca perdagangan dan aktivitas pelaku usaha.
Di balik transaksi komoditas ke pasar luar negeri, terdapat konsekuensi terhadap kemampuan fiskal daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Ratih Hapsari Kusumawardani menjelaskan, pergerakan ekspor menjadi salah satu faktor yang memengaruhi formulasi DBH.
Karena itu, pelemahan ekspor berpotensi ikut memberikan tekanan terhadap penerimaan daerah.
Baca Juga: Pau Cubarsi Ungguli Yamal dan Diomande dalam Perburuan Golden Boy 2026
“DBH ini formulasinya juga tergantung dari hasil ekspornya. Nah, apabila itu berkurang, DBH-nya pasti nanti juga akan berpengaruh,” ujar Ratih.
Kondisi tersebut membuat penguatan sektor ekspor menjadi semakin strategis bagi NTB. Daerah tidak hanya perlu meningkatkan volume perdagangan ke luar negeri.
Tapi juga memastikan komoditas unggulan memiliki daya saing dan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
Berbeda dengan DBH, Ratih menyebut Dana Alokasi Umum (DAU) tidak terpengaruh perubahan ekspor.
Baca Juga: Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Pemepek, Karnaval Meriah Libatkan Warga dari 16 Dusun
DAU memiliki fungsi berbeda karena berkaitan dengan upaya pemerataan kondisi fiskal antardaerah.
“Tetapi apakah DAU berpengaruh? Saya kira tidak, karena DAU itu hubungannya dengan pemerataan kondisi masing-masing provinsi,” katanya.
Begitu pula dengan Dana Alokasi Khusus (DAK). Skema tersebut tidak secara langsung dipengaruhi oleh naik-turunnya kinerja ekspor daerah.
Dengan demikian, DBH menjadi salah satu pos yang perlu mendapat perhatian ketika pemerintah daerah menyusun strategi memperkuat perdagangan luar negeri.
“Apakah DAK berpengaruh? Tidak,” tegas Ratih.
Hal tersebut memberikan gambaran ekspor memiliki efek yang lebih luas dari sekadar mendatangkan devisa.
Baca Juga: Jamal Musiala Buka Suara Usai Dua Kali Pingsan di Lapangan, Didiagnosis Gangguan Neurologis
Ketika aktivitas perdagangan luar negeri meningkat, dampaknya dapat menjalar ke produksi, investasi, penyerapan tenaga kerja hingga penerimaan yang kembali mendukung pembangunan daerah.
Ratih pun menekankan pentingnya menjaga performa ekspor NTB. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan komoditas unggulan.
Juga peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, dan hilirisasi agar komoditas yang dikirim ke luar daerah maupun luar negeri memiliki nilai tambah lebih tinggi.
“Jadi sebenarnya sangat penting juga kita harus menjaga ekspor yang lebih tinggi, karena itu akan berpengaruh. Sepertinya sih di formulasinya, di DBH-nya itu yang pengaruhnya,” tandasnya.
Baca Juga: Konsorsium yang Didukung Jeff Bezos Beli Hampir 40 Persen Saham Liverpool
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post