Black Garlic, Oleh-Oleh Ikonik dari Sembalun

Ferial Ayu • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:02 WIB
BERKHASIAT: Syaeun (kanan) menunjukkan produk black garlic miliknya, beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)
BERKHASIAT: Syaeun (kanan) menunjukkan produk black garlic miliknya, beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Di tangan Syaeun, bawang putih Sembalun diolah menjadi black garlic yang bernilai tambah tinggi.

Produk tersebut kini berkembang menjadi salah satu oleh-oleh ikonik khas Sembalun dan berhasil menembus pasar yang luas.

Syaeun merupakan pimpinan Kelompok Wanita Putri Rinjani Sejahtera.

Ia melihat potensi besar bawang putih tunggal Sembalun yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk mentah.

Baca Juga: NTB Kejar Data Ekonomi Presisi

“Black Garlic ini bukan hanya produk, ini inovasi,” ujarnya.

Melalui proses fermentasi pada suhu hangat dalam waktu tertentu, bawang putih mengalami perubahan warna, tekstur, dan rasa.

Siung yang semula putih berubah menjadi hitam dengan tekstur lembut serta rasa manis agak asam.

Inovasi tersebut membuat komoditas lokal memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan hanya dijual sebagai hasil panen.

Baca Juga: Ekspor Menurun, Ruang Fiskal NTB Ikut Tertekan

Syaeun bersama kelompoknya kemudian mengembangkan sejumlah varian.

Mulai dari black garlic nunggal, kapsul hingga stik.

Diversifikasi tersebut menjadi strategi agar produk dapat menjangkau konsumen dengan kebutuhan dan selera berbeda.

Pasarnya pun terus melebar. Produk black garlic kini dikirim ke sejumlah kota besar seperti Jakarta, Jogja, Semarang, dan Medan.

Produk tersebut juga telah menembus Malaysia, Singapura, dan Jepang.

“Pengiriman ke Malaysia dan Singapura sejak tahun 2018 dan pengiriman masih berlangsung hingga sekarang,” katanya.

Baca Juga: Desa Berdaya Jadi Jalan UMKM NTB Tembus Pasar Global

Sekali pengiriman ke Malaysia, nilai produk disebut mencapai lebih dari Rp 15 juta. Permintaan bahkan datang dari Rusia.

Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan karena keterbatasan bahan baku, terutama bawang putih tunggal.

Kondisi tersebut menunjukkan tantangan UMKM bukan lagi sekadar mencari pasar.

Ketika permintaan meningkat, kemampuan menjaga pasokan dan konsistensi produksi justru menjadi pekerjaan berikutnya.

Baca Juga: RESMI: Patrick Vieira Ditunjuk Jadi Pelatih Kepala Baru Timnas Senegal

Di Sembalun, black garlic juga mulai melekat dengan aktivitas pariwisata.

Wisatawan menjadikannya buah tangan, sementara wisatawan mancanegara tertarik melihat langsung proses produksi dan pengemasannya.

“Selalu ada wisatawan asing mau melihat langsung proses produksi produk black garlic,” beber Syaeun.

Perkembangan usaha tersebut tidak terlepas dari pendampingan PT Amman Mineral.

Syaeun dan kelompoknya mendapatkan pelatihan mulai survei pasar, pengolahan, pemasaran, pencarian pelanggan hingga administrasi usaha.

Konsistensi mengembangkan usaha membuat Syaeun mendapat pengakuan lebih luas.

Baca Juga: Konsorsium yang Didukung Jeff Bezos Beli Hampir 40 Persen Saham Liverpool

Pada Desember 2024, ia menerima penghargaan Upakarti dari presiden melalui Kementerian Perindustrian RI atas kiprahnya dalam pengembangan industri kecil dan menengah.

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Syaeun sembalun black garlic oleh-oleh bawang putih