Klaim Diserang Rudal, UEA Embargo Perdagangan Iran Tanpa Batas Waktu

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:51 WIB
Gambar Donald Trump berbaring dalam peti mati, menjadi simbol perlawanan bangsa Iran terhadap agresi Barat di negaranya. (Facebook).
Gambar Donald Trump berbaring dalam peti mati, menjadi simbol perlawanan bangsa Iran terhadap agresi Barat di negaranya. (Facebook).

LombokPost-- – Hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Iran kembali memanas. Pemerintah UEA resmi memberlakukan embargo perdagangan terhadap Iran tanpa batas waktu usai menuding Teheran meluncurkan dua rudal balistik ke wilayahnya.

Kementerian Luar Negeri UEA mengumumkan bahwa seluruh aktivitas perdagangan, pertukaran komersial, hingga transaksi keuangan dengan Iran dihentikan total hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah tegas ini diambil di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang dinilai mengancam stabilitas dan keamanan kawasan Timur Tengah.

“Semua perdagangan, pertukaran komersial dan transaksi keuangan dengan Iran telah dihentikan sampai pemberitahuan lebih lanjut,” kata Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan dalam pernyataannya seperti dilansir Al Jazeera.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka mendeteksi adanya dua rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran.

Satu rudal dilaporkan jatuh di luar perairan teritorial UEA, sementara satu rudal lainnya jatuh di dalam area perairan negara tersebut.

Pihak Abu Dhabi menegaskan bahwa pergerakan rudal tersebut mengarah ke jalur lalu lintas pelayaran internasional. UEA menyatakan komitmennya untuk menghadapi segala bentuk ancaman terhadap keamanan nasional maupun keselamatan navigasi laut di kawasan.

Di sisi lain, Pemerintah Iran membantah keras tuduhan yang dilayangkan oleh UEA. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut klaim tersebut sama sekali tidak berdasar dan mengindikasikan adanya indikasi operasi false flag—aksi yang sengaja dirancang pihak lain untuk menyembunyikan identitas pelaku asli dan menimpakan kesalahan kepada Iran.

"Serangan tersebut bisa merupakan operasi false flag untuk membangun tudingan terhadap Iran," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei.

Baghaei menilai tuduhan tersebut bertentangan dengan prinsip hubungan bertetangga yang baik. Ia mengimbau negara-negara di kawasan untuk tidak terburu-buru mempercayai klaim yang tidak berdasar, serta mencermati manuver Amerika Serikat dan Israel dalam dinamika konflik yang sedang berlangsung.

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
embargo iran uni emirat arab