LombokPost – Efek gelaran MotoGP Mandalika 2026 mulai terasa bagi perhotelan kawasan Senggigi, Lombok Barat.
Memasuki Agustus, pemesanan kamar untuk balapan yang dijadwalkan 9–11 Oktober mendatang telah menembus lebih dari separo kapasitas.
Ketua Asosiasi Hotel Senggigi I Ketut Murta Jaya, mengatakan tingkat pemesanan di hotelnya bahkan telah mendekati 70 persen.
“Sekarang masih Agustus. Masih ada waktu untuk memaksimalkan tingkat hunian,” katanya.
Baca Juga: Beli Tiket MotoGP Mandalika Bisa di Bale KITA
Menurut Murta Jaya, angka tersebut belum seluruhnya bisa dikategorikan sebagai wisatawan yang datang khusus untuk menyaksikan MotoGP.
Sebagian tamu diperkirakan memanfaatkan momentum balapan untuk sekaligus menikmati liburan di Lombok.
Kondisi itu membuat potensi kenaikan okupansi masih terbuka hingga mendekati hari pelaksanaan.
“Kalau untuk persiapan MotoGP, karena ini sudah beberapa kali, kita sudah sangat terbiasa mengantisipasi kebutuhan wisatawan maupun kebutuhan operasional,” sambung general manager Hotel Holiday Resort Lombok ini.
Baca Juga: Harga Daging Ayam di Mataram Tembus Rp 50 Ribu Per Kilogram
Pergerakan pemesanan juga mulai terlihat di kawasan Senggigi secara umum.
Meski belum melonjak tajam, pelaku hotel masih memiliki waktu untuk menangkap permintaan pasar.
Terlebih, tren pemesanan kamar saat ini semakin bergeser ke sistem last minute booking.
Kemajuan teknologi membuat wisatawan semakin mudah membandingkan harga, fasilitas, hingga lokasi hotel sebelum menentukan pilihan.
“Dengan kemajuan teknologi, mereka kadang berpikir nanti saja pesan. Mereka bisa dengan mudah melihat jenis akomodasi yang menjadi pilihan,” jelasnya.
Menariknya, peningkatan permintaan belum diikuti kenaikan tarif kamar secara signifikan.
Baca Juga: “BESTIE” Hadir di Kebon Ayu, Dorong Perempuan Peduli Deteksi Dini Kanker Serviks
Harga hotel di Senggigi masih bergerak mengikuti mekanisme pasar.
Hal ini menunjukkan pasar MotoGP kini mulai lebih matang dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun awal.
“Saya amati hotel-hotel yang ada, harganya masih organik. Tidak ada harga yang signifikan,” ujarnya.
Pengalaman tersebut membuat pelaku perhotelan tidak melakukan persiapan secara berlebihan.
Baca Juga: Al-Hilal atau Galatasaray, Pilihan Realistis Rafael Leao Jika Harus Tinggalkan AC Milan
Hotel dinilai sudah memahami karakter tamu, pola kunjungan, hingga kebutuhan operasional selama MotoGP berlangsung.
Namun, tantangan berikutnya bukan sekadar meningkatkan tingkat hunian.
Asosiasi Hotel Senggigi ingin wisatawan memperpanjang masa tinggal sehingga manfaat ekonomi event internasional tersebut menyebar lebih luas.
“Harapannya MotoGP mendongkrak tingkat kunjungan dan okupansi. Bukan hanya stay dua atau tiga malam, tetapi lebih dari itu,” harapnya.
Strategi extend stay dinilai penting karena tambahan masa tinggal berarti lebih banyak uang wisatawan berputar di daerah.
Restoran, transportasi, destinasi wisata, pusat oleh-oleh hingga UMKM berpeluang ikut menikmati peningkatan belanja.
Baca Juga: MFoS 2026 Seri Ketiga, Pembalap Wanita Amara Angelica Menginspirasi Kaum Hawa
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post