
LombokPost-Kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diminta merangkul seluruh kader potensial. Konsolidasi dinilai penting untuk menjaga soliditas sekaligus membesarkan jam’iyyah NU.
Harapan itu disampaikan Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB Lalu Daud Nurjadi menyusul pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Menurut Daud, pesan tersebut sejalan dengan amanah para ulama anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yang ditetapkan dalam muktamar.
“Harapan PWNU NTB terhadap rais aam dan ketum baru PBNU mampu mengajak semua kader potensial untuk berkhidmat di NU,” ujarnya.
Daud mengatakan, seluruh potensi kader perlu dihimpun. Mereka diharapkan dapat bersama-sama mengabdi di NU, baik melalui jalur struktural maupun bentuk pengabdian lainnya.
Baca Juga: Perkuat Akses Layanan Kesehatan Mata, RS Mandalika Hadirkan Operasi Katarak Gratis
Di sisi lain, kepengurusan baru PBNU diminta tetap menjaga tradisi yang diwariskan para masyaikh dan ulama pendahulu NU. Tradisi tersebut dinilai menjadi bagian penting dari identitas dan perjalanan organisasi.
Namun, menjaga tradisi bukan berarti menutup ruang pembaruan. NU juga harus mampu berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. “Tetap merawat tradisi-tradisi para masyaikh dan para ulama NU terdahulu dan tetap berinovasi untuk kemajuan NU di masa sekarang dan yang akan datang,” katanya.
PWNU NTB, lanjut Daud, siap mendukung seluruh hasil Muktamar ke-35. PWNU NTB juga siap bersinergi dengan jajaran PBNU yang baru.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mengembangkan jam’iyyah NU sekaligus memberikan pengayoman kepada seluruh jamaah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




