Stok Beras Aman, Warga Jangan Panik  

Ferial Ayu • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:25 WIB
STOK AMAN: Pimwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar (tengah) menunjukkan salah satu beras kemasan Bulog yang tersedia di etalase jualan mitra di pasar tradisional Bima dan Sumbawa, pekan lalu. (IST/LOMBOK POST)
STOK AMAN: Pimwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar (tengah) menunjukkan salah satu beras kemasan Bulog yang tersedia di etalase jualan mitra di pasar tradisional Bima dan Sumbawa, pekan lalu. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Masyarakat NTB diminta tidak melakukan pembelian beras secara berlebihan selama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Perum Bulog Kantor Wilayah NTB memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman.

Jumlah stok beras di gudang Bulog NTB mencapai sekitar 279 ribu ton.

Cadangan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 27 bulan ke depan.

Baca Juga: Dampak Kebakaran Asrama MA Mu'allimin NW Anjani, Perlengkapan Sekolah Santri Ikut Ludes Terbakar

“Jadi masyarakat tidak perlu waswas dan panik,” ujar Pimwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar.

Menurutnya, besarnya cadangan beras menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pasokan.

Terutama ketika permintaan masyarakat berpotensi meningkat menjelang Maulid.

Bulog pun terus melakukan intervensi pasar. Beras digelontorkan setiap hari melalui pasar tradisional, ritel modern, hingga Rumah Pangan Kita (RPK) binaan.

Baca Juga: Gabriel Martinelli Kian Dekat ke Al-Hilal, Arsenal Siap Panen Rekor Penjualan Termahal  

“Kami setiap hari berkoordinasi dengan teman-teman di pasar dan TPID untuk menggelontorkan beras ke pasaran,” sambungnya.

Dari hasil pemantauan, harga beras di sejumlah pasar masih relatif normal.

Kendati demikian, beberapa lokasi mulai mencatat kenaikan, terutama untuk beras premium.

Jika tren tersebut berlanjut, Bulog memastikan pasokan dapat kembali ditambah. Hal itu untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan.

Di sisi lain, Bulog NTB juga memperkuat penyaluran bantuan pangan.

NTB mendapat tambahan alokasi sekitar 6 ribu ton. Sementara bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September telah tersalurkan hampir 80 persen.

Baca Juga: Fenerbahce Goda Cristhian Mosquera, Arsenal Rela Lepas?

“Untuk bantuan pangan ada penambahan untuk NTB kurang lebih 6 ribuan. Realisasi penyaluran sampai saat ini sudah hampir 80 persen,” jelas Regar, sapaan akrabnya.

Kuatnya stok juga menempatkan NTB sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.

Ketika daerah lain mengalami defisit, cadangan NTB dapat didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan. Termasuk Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Karena itu, Bulog mengimbau masyarakat tetap berbelanja secara wajar.

Baca Juga: Yayasan Maraqitta'limat Wisuda 460 Lulusan Tahun Akademik 2025/2026

Dengan stok besar dan distribusi yang berjalan rutin, kebutuhan beras warga NTB dipastikan tetap aman. 

“Jangan sampai momentum Maulid justru memicu panic buying yang tidak perlu,” tandasnya.

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
bulog Beras Bulog NTB NTB Stok Beras