
LombokPost – Semangkuk bakso bagi Zaskia bukan sekadar sajian untuk mengganjal lapar.
Di balik kuah hangat Bakso Emak Seteluk, tersimpan resep keluarga.
Sekaligus perjalanan panjang sebuah usaha yang tumbuh dari kebutuhan ekonomi rumah tangga.
Usaha itu dirintis Zaskia bersama suaminya ketika keduanya masih berstatus tenaga honorer.
Penghasilan yang diterima setiap tiga hingga empat bulan sekali membuat kebutuhan keluarga bersama dua anak tak selalu mudah dipenuhi.
Kondisi tersebut akhirnya mendorong Zaskia mencari sumber penghasilan lain.
Bakso dipilih karena makanan ini memiliki pasar yang luas.
Namun, modal utama Zaskia bukan hanya keberanian memulai usaha.
Baca Juga: Pertama di Lombok, INFORMA Electronics dan SELMA Hadirkan Elektronik dan Solusi Hemat Isi Rumah
Ia membawa resep turun-temurun milik sang ibu, sosok yang dikenal memiliki kemampuan memasak dan menjadi kepala tukang dalam acara adat istiadat di kampungnya di Sumbawa.
Dari rumah, Bakso Emak Seteluk awalnya dipasarkan secara daring berdasarkan pesanan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




