LombokPost – Produk kecantikan lokal asal Kabupaten Lombok Barat mulai mendapat perhatian serius untuk naik kelas.
Qizha Natural Beauty, UMKM asal Desa Beleka, Kecamatan Gerung, mendapat pendampingan langsung dari UPTD Balai Kemasan Promosi dan Pemasaran Produk Daerah (BKP3D) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB.
Pembinaan sekaligus kurasi produk tersebut dipimpin M Achiyat Winata.
Pendampingan diarahkan tidak hanya pada kualitas produk, tetapi juga menyasar kemasan, branding, legalitas, hingga strategi memperluas akses pemasaran.
Baca Juga: Stok Beras Aman, Warga Jangan Panik
“Pendampingan ini kami lakukan secara menyeluruh, sehingga pelaku usaha mendapatkan gambaran apa saja yang perlu diperbaiki agar produknya bisa naik kelas,” ujarnya, Sabtu (23/8).
Dijelaskan Achiyat, Qizha Natural Beauty sendiri terbilang sebagai usaha rintisan yang tumbuh dari potensi lokal.
Berdiri sejak Maret 2024, UMKM tersebut kini telah memberdayakan tiga tenaga kerja perempuan di lingkungan sekitar.
“Ini menjadi salah satu potensi yang perlu terus dikembangkan,” sambungnya.
Baca Juga: Kiper Menumpuk, Tommy Setford Berpeluang Tinggalkan Arsenal Sebelum Bursa Ditutup
Produk yang dihasilkan juga cukup beragam.
Sedikitnya terdapat enam varian perawatan kulit, yakni Body Butter, Sabun Black Core, Coffee Boost, Green Oasis, Golden Glow, dan Calm Day Moisturizer.
“Tinggal bagaimana kualitas dan identitas produk tersebut diperkuat agar semakin mudah dikenali konsumen,” katanya.
Dari sisi legalitas, Qizha Natural Beauty telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin edar BPOM dengan nomor notifikasi (NA).
Sementara itu, proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk merek masih berjalan.
Dalam proses kurasi, tim UPTD BKP3D memberikan sejumlah catatan strategis agar produk Qizha Natural Beauty semakin siap bersaing.
Baca Juga: Gabriel Martinelli Kian Dekat ke Al-Hilal, Arsenal Siap Panen Rekor Penjualan Termahal
Salah satu perhatian utama adalah kemasan dan branding.
Perbaikan label dan desain kemasan dinilai penting agar produk tidak hanya memiliki kualitas, tetapi juga mampu menarik perhatian konsumen ketika bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Kemasan adalah bagian pertama yang dilihat konsumen. Karena itu, harus dibuat lebih menarik, informatif, sekaligus mampu menunjukkan karakter produk,” jelasnya.
Selain kemasan, pendampingan juga diarahkan pada sertifikasi halal.
Baca Juga: Yayasan Maraqitta'limat Wisuda 460 Lulusan Tahun Akademik 2025/2026
Fasilitasi ini diharapkan memperkuat kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Tak berhenti di sana, produk yang telah melalui proses kurasi juga diarahkan masuk dalam platform Bale KITA.
Platform tersebut menjadi salah satu kanal promosi dan pemasaran produk lokal NTB.
“Harapannya, akses pasar UMKM tidak hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional,” katanya.
Pendampingan ini menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan kapasitas produksi.
Identitas merek, legalitas, kemasan, serta akses pasar menjadi bagian penting agar produk lokal mampu bertahan dan berkembang.
Baca Juga: PT Sapo Development Sumbang Rp2 Miliar untuk Korban Kebakaran Sade
Melalui pembinaan berkelanjutan, pihaknya berharap Qizha Natural Beauty dapat tumbuh menjadi UMKM kecantikan yang semakin kuat, profesional, dan berdaya saing.
“Bukan hanya di daerah, tetapi juga menembus pasar nasional,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post