LombokPost – Kerajinan rotan dan ketak Lombok mulai menemukan jalan menuju pasar Amerika Serikat.
Bukan sekadar dipajang dalam pameran, produk UMKM Bale Rattan Lombok kini telah mendapat respons awal dari sejumlah pembeli di New York melalui trial order.
Kesempatan itu diperoleh setelah Bale Rattan mengikuti pameran di New York pada 2-4 Agustus lalu.
Dari pertemuan dengan calon pembeli, sejumlah butik dan toko kecil di Amerika mulai memesan produk buatan perajin Lombok.
Baca Juga: 47 Dokter Baru FK Unizar Diambil Sumpah, 14 Raih Cumlaude
Owner Bale Rattan Lombok Hartawaludin mengatakan, nilai pesanan awal masih berada pada tahap uji pasar.
Setiap buyer memesan produk dengan nilai sekitar USD 500 hingga USD 1.000.
Jika dikonversikan dengan kurs sekitar Rp 17.800 per dolar AS, nilai transaksi awal diperkirakan mencapai Rp 20-25 juta.
“Masih trial order. Ada beberapa perusahaan, perusahaan butik. Dia akan naruh barangnya di butik-butiknya, di toko-toko kecilnya,” kata Awan, sapaan akrabnya.
Baca Juga: Pertama di Lombok, INFORMA Electronics dan SELMA Hadirkan Elektronik dan Solusi Hemat Isi Rumah
Produk yang mendapat perhatian antara lain tas, placemat, nampan, dan kotak tisu berbahan rotan.
Produk home decor seperti hiasan dinding dan lampu juga dibawa untuk memperkenalkan keragaman kerajinan Lombok kepada pasar Amerika.
Hal yang menarik, peluang tersebut tidak lepas dari tren produk berkelanjutan yang semakin mendapat perhatian konsumen global.
Bale Rattan menjadi salah satu UMKM Indonesia yang lolos kurasi untuk mengikuti agenda promosi produk di New York, melalui dukungan Bank Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York.
Dalam proses kurasi, produk tidak hanya dinilai berdasarkan bentuk dan kualitas.
Aspek keberlanjutan turut menjadi pertimbangan, termasuk penggunaan material ramah lingkungan dan potensi produk diterima pasar Amerika.
Baca Juga: Mungil dan Lincah, Suzuki e-Sky Dijadwalkan Official Premiere di Kuartal IV Tahun Ini
“Yang dikurasi salah satunya mengenai sustainable product, ramah lingkungan. Kemudian pasarnya di Amerika masuk atau tidak,” ujarnya.
Bagi Bale Rattan, trial order tersebut menjadi lebih dari sekadar angka penjualan.
Pesanan awal menjadi pintu untuk membangun hubungan jangka panjang dengan buyer.
Setelah pameran berakhir, komunikasi masih berlanjut melalui surat elektronik dan proses negosiasi.
Baca Juga: Mercedes-AMG GT 4-Door Coupé, Sedan Listrik Bertenaga 1.169 DK
Barang pesanan pertama ditargetkan mulai dikirim dalam satu hingga dua pekan setelah kegiatan.
Namun, Awan melihat peluang yang lebih besar berada pada tindak lanjut dengan buyer yang telah ditemui langsung.
“Mudah-mudahan di buyer-buyer yang pernah kami kontak, yang pernah kami tukaran kartu nama bisa deal di mungkin satu-dua kontainer,” harapnya.
Ambisi Bale Rattan tidak berhenti di Amerika.
Sebelumnya UMKM ini mendapat peluang menjangkau Inggris dan Hungaria.
Kini, UMKM asal Lombok tersebut juga membidik pameran internasional di Jerman.
Baca Juga: Citroen C3 Sport Edition, Tampil Agresif dan Harga Ekonomis
Target tersebut memperlihatkan perubahan arah usaha.
Kerajinan rotan dan ketak tidak lagi hanya diposisikan sebagai produk khas daerah, tetapi sebagai bagian dari industri dekorasi dan kebutuhan rumah tangga global.
Bagi Awan, keberhasilan membawa produk Lombok ke New York juga menjadi pesan bahwa UMKM daerah memiliki peluang bersaing di pasar dunia.
“Harapan ke depan mudah-mudahan Lombok, Indonesia lebih mendunia,” harapnya.
Baca Juga: Land Rover Defender Makin Gahar, Tetap Mewah dan Siap Bertualang
Kini, pekerjaan Bale Rattan baru dimulai.
Trial order senilai puluhan juta rupiah menjadi pijakan awal.
Jika komunikasi dengan buyer berkembang menjadi pembelian dalam skala kontainer, ketak dan rotan Lombok berpotensi semakin sering hadir di etalase pasar internasional.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post