BI dan Perbankan NTB Salurkan Bantuan Kemanusiaan Sekaligus Trauma Healing Anak-Anak Desa Adat Sade

Ferial Ayu • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:12 WIB
BANTUAN KEMANUSIAAN: Kepala KPwBI NTB Hario K Pamungkas (dua dari kiri) menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Kepala Dusun Sade I sebagai perwakilan masyarakat korban kebakaran di Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Lombok Tengah, Minggu (30/8). (IST/LOMBOK POST)
BANTUAN KEMANUSIAAN: Kepala KPwBI NTB Hario K Pamungkas (dua dari kiri) menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Kepala Dusun Sade I sebagai perwakilan masyarakat korban kebakaran di Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Lombok Tengah, Minggu (30/8). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Bank  Indonesia (BI) dan perbankan NTB menyerahkan bantuan kemanusiaan pada masyarakat masyarakat Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (30/8).

Selain bantuan kemanusiaan, juga dilakukan edukasi sekaligus trauma healing pada anak-anak korban kebakaran di desa adat tersebut

Kegiatan melibatkan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB, Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI), Persatuan Pensiunan Bank Indonesia (PPBI), Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI), serta Generasi Baru Indonesia (GenBI) NTB.

Bantuan dari BI secara simbolis diserahkan Kepala Perwakilan BI NTB Hario K Pamungkas, didampingi perwakilan IPEBI dan PIPEBI, kepada Endap selaku Kepala Dusun Sade I sebagai perwakilan masyarakat.

Baca Juga: Punya Layanan NICU dan PICU, RSUD Sondosia Bima Siap Jadi Pusat Rujukan Perawatan Intensif Anak 

Sementara itu, BMPD NTB turut memberikan bantuan dari perbankan NTB berupa sejumlah peralatan sekolah.

Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak agar dapat menunjang aktivitas anak-anak sekaligus membantu keluarga melewati masa pemulihan.

Namun, perhatian tidak berhenti pada bantuan barang.

Anak-anak diajak mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk menciptakan suasana ceria di tengah kondisi pascabencana.

Baca Juga: RSUD Kota Bima Kini Punya Cathlab, CT Scan, dan Mamography

Rangkaian trauma healing dikemas melalui sesi mendongeng yang dipadukan dengan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Anak-anak kemudian diajak bermain puzzle Rupiah dan mengikuti kuis interaktif.

Konsep tersebut membuat proses edukasi berlangsung lebih ringan.

Anak-anak dapat belajar, bermain, berinteraksi sekaligus memperoleh dukungan psikososial tanpa merasa sedang berada dalam kegiatan formal.

TRAUMA HEALING: Tim Bank Indonesia dan Perbankan NTB melakukan trauma healing pada anak-anak korban kebakaran, di Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Lombok Tengah, Minggu (30/8). (IST/LOMBOK POST)
TRAUMA HEALING: Tim Bank Indonesia dan Perbankan NTB melakukan trauma healing pada anak-anak korban kebakaran, di Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Lombok Tengah, Minggu (30/8). (IST/LOMBOK POST)

 

Keceriaan semakin terasa ketika penampilan pesulap dihadirkan untuk menghibur mereka.

Tawa dan interaksi anak-anak menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan kembali suasana normal setelah mereka menghadapi pengalaman yang tidak mudah.

Baca Juga: Sepakat ke Real Madrid, Martin Zubimendi Tunggu Nasib Eduardo Camavinga di Bursa Transfer

GenBI NTB yang beranggotakan mahasiswa penerima beasiswa BI juga terlibat langsung dalam kegiatan.

Mereka membantu penyaluran bantuan sekaligus mendampingi anak-anak selama edukasi dan trauma healing.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya persoalan membangun kembali fasilitas yang rusak.

Ada sisi sosial dan psikologis yang juga harus diperhatikan, terutama bagi anak-anak.

Baca Juga: Toyota Yaris Cross Dapat Penyegaran, Mesin Hybrid Jadi Andalan

Melalui sinergi BI, perbankan, dan generasi muda, masyarakat Desa Adat Sade diharapkan tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.

Bantuan yang diberikan menjadi pesan bahwa di tengah musibah, semangat gotong royong dan kepedulian masih tetap menyala.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Bank Indonesia perbankan ntb bantuan kemanusiaan desa adat sade trauma healing