Mimpi NTB: Gili Mas Jadi Gerbang Cruise Asia

Ferial Ayu • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 06:33 WIB
GERBANG MASUK: Wisatawan mancanegara yang turun dari kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)
GERBANG MASUK: Wisatawan mancanegara yang turun dari kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost – NTB mengincar arus wisatawan yang berangkat dari Singapura, dan menjadikan Lombok sebagai salah satu persinggahan dalam rute cruise internasional.

Strategi tersebut dibahas bersama Singapore Tourism Board (STB) dalam pertemuan di Prime Park Hotel Mataram, Senin (31/8).

Pertemuan itu menjadi langkah awal memperkuat konektivitas pariwisata antara Singapura dan Lombok melalui jalur laut.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Sahlan M Saleh mengatakan, Singapura merupakan salah satu pusat industri cruise di Asia.

Baca Juga: Legend is Back, Freelander 8 EREV Launching Awal September 2026

“Kita tidak hanya melihat wisatawan Singapura yang datang melalui penerbangan, tetapi juga bagaimana wisatawan dari kapal pesiar bisa masuk dan menikmati Lombok,” katanya.

Peluang tersebut dinilai memiliki efek ekonomi yang jauh lebih luas.

Satu kapal pesiar dapat membawa ratusan hingga ribuan wisatawan sekaligus.

Ketika kapal bersandar, belanja wisatawan berpotensi mengalir ke berbagai sektor.

Baca Juga: Manha 99, Kudapan Lombok yang  Sudah Melanglang Buana  

 “Mulai dari transportasi, kuliner, pemandu wisata, pusat oleh-oleh hingga UMKM dan industri kreatif,” sambungnya.

Karena itu, Gili Mas didorong tidak berhenti sebagai lokasi kapal melepas jangkar.

Kawasan tersebut harus dipersiapkan sebagai pintu pertama yang memberikan kesan positif kepada wisatawan internasional sejak turun dari kapal.

“Hal yang perlu kita siapkan bukan hanya dermaganya, tetapi bagaimana pengalaman wisatawan sejak turun dari kapal sampai kembali lagi ke kapal,” katanya.

Fasilitas terminal penumpang menjadi salah satu pekerjaan penting.

Ruang tunggu harus representatif, nyaman dan memiliki standar pelayanan yang mampu memenuhi ekspektasi wisatawan internasional.

Baca Juga: UD Sasaki, Dari Dapur Sederhana Lahirkan Cemilan Kekinian

Kesan pertama di Gili Mas akan menentukan bagaimana wisatawan melihat Lombok sebagai destinasi.

Transportasi wisata juga menjadi mata rantai yang tidak boleh terputus.

Wisatawan harus mendapatkan akses yang aman, tertata dan fleksibel untuk memilih perjalanan menuju destinasi selama kapal bersandar.

Kondisi ini sekaligus membuka ruang lebih besar bagi travel agent, rental kendaraan, operator tur hingga pemandu lokal.

Baca Juga: 4.886 PPPK Paro Waktu Lotim Diusulkan Digaji Pusat

Di sisi lain, kualitas sumber daya manusia menjadi penentu.

Pelaku pariwisata di sekitar Gili Mas perlu dibekali kemampuan bahasa asing, hospitality, pelayanan wisatawan, transaksi hingga pemahaman karakter turis cruise.

Asisten II Setda NTB Lalu Mohammad Faozal melihat pengembangan cruise tourism sebagai upaya memperluas manfaat pariwisata kepada masyarakat.

Wisatawan kapal pesiar nantinya dapat diarahkan menikmati kekayaan Lombok, mulai dari pantai, budaya, kuliner, kerajinan hingga desa wisata.

Kerja sama dengan STB menjadi langkah strategis karena Singapura memiliki posisi penting dalam jaringan pelayaran kapal pesiar Asia.

Jika konektivitas rute Lombok-Singapura dapat diwujudkan, Gili Mas berpeluang menjadi salah satu gerbang cruise tourism.

Baca Juga: Guru PPPK Jadi PNS, Antara Harapan dan Kebutuhan

“Hal tersebut akan memperkuat posisi NTB di pasar pariwisata internasional,” ujarnya.

Tantangannya kini bukan sekadar mendatangkan kapal, tetapi memastikan setiap wisatawan yang turun membawa dampak ekonomi bagi daerah.

“Dengan kesiapan infrastruktur, transportasi, SDM dan destinasi, kapal pesiar tidak hanya singgah di Lombok, tetapi juga meninggalkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
rute cruise Gili Mas cruise Kapal Pesiar Pariwisata