LombokPost--Desa Wisata Bilebante, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu destinasi yang masuk dalam program Desa Bakti BCA. Melalui program ini, BCA kembali menghadirkan promo paket wisata untuk mendorong kunjungan sekaligus memperluas akses pasar bagi desa wisata binaannya.
Promo tersebut dapat dimanfaatkan nasabah melalui fitur Lifestyle pada aplikasi myBCA. Program berlangsung lebih panjang dibandingkan promo sebelumnya, yakni mulai akhir Juli hingga 30 November 2026.
Selain Desa Wisata Bilebante di NTB, program Desa Bakti BCA juga melibatkan sejumlah destinasi wisata berbasis komunitas di berbagai daerah, seperti Wisata Wayang Dusun Pucung Wukirsari dan Desa Wisata Pentingsari di Yogyakarta, Kampung Wisata Pecinan Glodok di Jakarta, Wirawisata Goa Pindul di Yogyakarta, serta Desa Wisata Taro di Bali.
Melalui menu MKP Tiket Wisata pada fitur Lifestyle myBCA, nasabah dapat memperoleh potongan harga 20 persen dengan minimum transaksi Rp50 ribu. Promo tersebut memiliki kuota harian terbatas.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, pemberdayaan desa wisata tidak cukup hanya melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Perluasan akses pasar juga diperlukan agar potensi desa dapat dikenal lebih luas dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
“BCA meyakini bahwa pemberdayaan desa wisata tidak hanya membutuhkan peningkatan kapasitas masyarakat, tetapi juga perlu didukung dengan perluasan akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan,” kata Hera dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9).
Menurut dia, kehadiran paket wisata pada fitur Lifestyle myBCA diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menikmati wisata edukasi maupun rekreasi di Desa Bakti BCA.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi BCA memperluas akses pasar bagi desa-desa binaan. Promosi dilakukan untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata sekaligus mendukung misi penjualan paket wisata desa.
Khusus Desa Wisata Bilebante, masuknya destinasi tersebut dalam program promosi memberikan peluang untuk menjangkau wisatawan melalui kanal digital. Desa wisata berbasis komunitas juga dapat menyasar segmen yang lebih beragam, termasuk wisata edukasi.
BCA menyebut program tersebut tidak hanya ditujukan bagi wisatawan umum, tetapi juga sekolah yang memiliki agenda school trip atau kegiatan pembelajaran berbasis perjalanan.
Dengan periode promo yang berlangsung hingga akhir November, program tersebut diharapkan dapat menjaga visibilitas desa wisata sekaligus mendorong kunjungan secara lebih berkelanjutan sepanjang tahun.
“BCA percaya bahwa pariwisata berbasis komunitas memiliki peran penting dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Hera.
Baca Juga: Generasi Muda Dominasi Pasar Reksa Dana, BCA Digital Perkuat Layanan Investasi Digital
Informasi mengenai paket wisata dan program Desa Bakti BCA dapat diakses melalui kanal resmi BCA.
Editor : Kimda Farida
Sumber : siaran pers