Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Lobar Didorong Lewat Integrasi Ekosistem Digital Berbasis Data

LombokPost – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan ekstrem dengan mengintegrasikan data lintas sektor ke dalam ekosistem digital daerah.
Langkah ini diarahkan untuk memastikan intervensi pemerintah tepat sasaran sekaligus mendukung target pengentasan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada akhir 2026.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Lombok Barat, Rizky Bani Adam, mengatakan target tersebut menjadi tantangan sekaligus momentum bagi pemerintah daerah.
Baca Juga: Dikbud Lobar Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah, Validasi Data Jadi Prioritas
Untuk membangun sistem pengentasan kemiskinan yang tidak hanya berbasis angka, tetapi mampu mengidentifikasi secara jelas masyarakat yang menjadi sasaran intervensi.
“Data dari pemerintah pusat memberikan angka secara makro, tetapi tantangannya adalah bagaimana kita mengetahui siapa sebenarnya yang harus dibantu. Karena itu, kita membutuhkan data by name by address agar intervensi APBD benar-benar tepat sasaran,” ujar Rizky saat ditemui di ruang kerjanya.
Berdasarkan baseline, angka kemiskinan ekstrem di Lombok Barat tercatat 0,38 persen atau hampir 3.000 jiwa.
Namun, tanpa data nama dan alamat yang presisi, angka tersebut belum cukup menjadi dasar untuk memastikan penerima manfaat di lapangan.
Menjawab persoalan tersebut, Diskominfotik Lombok Barat sebagai leading sector penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus Walidata Daerah menginisiasi proyek perubahan bertajuk
“Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Lombok Barat melalui Integrasi Ekosistem Digital Berbasis Data," tambahnya.
Langkah awal dilakukan dengan mengunci data basis desil 1 dan 2 per September 2025.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




