LombokPost – Penguatan ekonomi desa tak cukup hanya mengandalkan potensi sumber daya alam.
Pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan, akses pembiayaan, transaksi digital hingga peluang ekspor menjadi modal penting.
Tujuannya, agar potensi tersebut mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru.
Hal itu menjadi perhatian Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) NTB melalui edukasi literasi keuangan dalam mendukung Program Desa Berdaya.
Baca Juga: Hanya Satu Unit di Dunia! Rolls-Royce Phantom Hummingbird, Mahakarya Abalone Bernilai Tinggi
Kegiatan yang melibatkan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Bea Cukai, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Ignatius Adhi Nugroho menyebut, peningkatan literasi menjadi fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
“Masyarakat perlu memahami layanan keuangan formal, transaksi digital, akses pembiayaan hingga peluang usaha,” ujarnya.
Edukasi diberikan secara terpadu.
Baca Juga: Harga Rp 120 Jutaan, Toyota Glanza Terbaru Dibekali Mesin Super Irit
BI memperkenalkan RTGS, SKNBI, BI-FAST, QRIS Cross Border, dan Kartu Kredit Indonesia (KKI).
OJK memberikan pemahaman mengenai literasi dan inklusi keuangan serta bahaya pinjaman daring dan investasi ilegal.
DJPb mengenalkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dan UMi Pro bagi pelaku usaha.
Bea Cukai memberikan pemahaman mengenai tahapan ekspor UMKM, termasuk dokumen dan pelayanan kepabeanan.
Sementara itu, DJP mengingatkan pentingnya pemenuhan kewajiban perpajakan agar usaha berkembang secara tertib.
LPS melengkapi edukasi dengan materi pengelolaan keuangan, kebiasaan menabung, dan penjaminan simpanan.
Baca Juga: BMW Alpina XD3, SUV Diesel Berperforma Tinggi dengan Sentuhan Mewah
Sinergi lintas lembaga tersebut diharapkan membuat masyarakat desa tidak hanya mampu mengembangkan usaha, tetapi juga semakin memahami akses keuangan yang aman dan produktif.
“Melalui bekal tersebut, desa di NTB diharapkan semakin mandiri, produktif, dan memiliki daya saing,” tandasnya.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengatakan Lombok Timur memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama sektor pertanian.
Salah satu komoditas yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh adalah porang, termasuk untuk menembus pasar ekspor.
Baca Juga: Ini Dia Kia PV7, Van Listrik yang Sanggup Angkut Beban Hingga 1,2 Ton
Menurutnya, potensi tersebut perlu diikuti dengan penguatan kapasitas pelaku UMKM.
Produk yang dihasilkan masyarakat harus memiliki kualitas dan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
“Dukungan terhadap proses perizinan ekspor juga menjadi bagian penting dalam membuka akses pasar luar negeri,” ujarnya.
Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda NTB Iskandar Zulkarnain menambahkan, penguatan ekonomi desa membutuhkan masyarakat yang memiliki pemahaman memadai mengenai peluang ekonomi di lingkungannya.
“Melalui Program Desa Berdaya, literasi ekonomi diharapkan mendorong masyarakat mengembangkan usaha sekaligus mengoptimalkan potensi desa,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post