LombokPost— Harga emas dunia berpotensi kembali menghadapi tekanan pada perdagangan pekan depan. Meski sempat memantul (rebound) lebih dari 2 persen dalam beberapa hari terakhir, tren teknikal XAU/USD masih menunjukkan kecenderungan melemah (bearish).
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, harga emas saat ini tertahan di sekitar resistance pertama pada level 4.357 dollar AS per troy ons. Level tersebut menjadi salah satu titik krusial yang akan menentukan arah pergerakan harga berikutnya.
”Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas zona resistance kuat 4.357 hingga 4.403, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut,” kata Geraldo, Jumat (18/9/2026).
Jika XAU/USD gagal melewati zona tersebut, harga emas berpeluang kembali terkoreksi. Level support terdekat berada pada 4.282 dollar AS yang perlu dicermati apabila tekanan jual meningkat pada pekan depan.
Dari sisi teknikal, Geraldo menambahkan adanya pola head and shoulders pada grafik harian (daily). Pola tersebut menjadi salah satu indikator teknikal yang mendukung potensi pelemahan apabila struktur bearish masih bertahan.
Pengaruh Dolar AS dan Kebijakan Suku Bunga The Fed
Meski demikian, harga emas dalam beberapa hari terakhir sempat menunjukkan pemulihan pasca-rebound lebih dari 2 persen, seiring dengan melemahnya indeks dolar AS, yield US Treasury 10 tahun, dan harga minyak mentah.
“Kondisi tersebut membantu mengurangi tekanan terhadap emas,” jelas Geraldo.
Namun, pemulihan tersebut masih perlu dicermati dalam konteks tren harian yang lebih besar. Dari sisi fundamental, bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dengan sinyal kebijakan yang tetap ketat (hawkish). Sebanyak 16 dari 18 pembuat kebijakan memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir 2026.
“Untuk pekan depan, kami memperkirakan fokus pasar akan tertuju pada keseimbangan antara sentimen hawkish The Fed, perkembangan USD, serta yield US Treasury. Jika dolar dan yield kembali meningkat, peluang tekanan bearish terhadap emas dapat semakin besar,” ujar Geraldo.
Pergerakan Harga Emas Antam Domestik
Di pasar domestik, pergerakan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan tren berbeda dalam jangka pendek. Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas batangan Antam sempat terkoreksi pada pertengahan pekan sebelum kembali menguat signifikan.
Harga emas Antam ukuran 1 gram pada awal pekan berada di kisaran Rp 2.602.000. Harga sempat turun menjadi Rp 2.592.000 per gram pada Rabu (16/9/2026), sebelum melonjak hingga Rp 2.623.000 per gram pada Jumat (18/9/2026).
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos