Komoditas-Komoditas Lokal Terus Dongkrak Ekspor NTB

Ferial Ayu • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:46 WIB
EKSPOR KOMODITAS LOKAL: Gubernur NTB Lalu M Iqbal (kanan) melakukan pelepasan ekspor komoditas lokal kemiri dan vanili organik di halaman Kantor Gubernur NTB, bulan lalu. (IST/LOMBOK POST)
EKSPOR KOMODITAS LOKAL: Gubernur NTB Lalu M Iqbal (kanan) melakukan pelepasan ekspor komoditas lokal kemiri dan vanili organik di halaman Kantor Gubernur NTB, bulan lalu. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Kinerja ekspor NTB menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2026.

Namun, pertumbuhan tersebut sekaligus menjadi pengingat daerah ini perlu memperluas sumber ekspor, agar tidak terlalu bergantung pada komoditas pertambangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat nilai ekspor periode Januari-Agustus 2026 mencapai USD 1.690,92 juta. Angka tersebut melonjak 296,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, khusus Agustus 2026, nilai ekspor mencapai USD 172,92 juta.

Baca Juga: DAMRI Libatkan PO Lokal Sebagai Shuttle Bus MotoGP  

Nilai tersebut tumbuh 68,41 persen dibandingkan Agustus 2025. 

“ Tembaga masih menjadi penopang utama ekspor NTB,” ujarnya.

Komoditas tembaga menyumbang USD 155,36 juta atau 89,85 persen dari total ekspor Agustus.

Disusul perhiasan/permata USD 9,89 juta, ikan dan udang USD 3,96 juta, buah-buahan USD 1,49 juta, serta kendaraan dan bagiannya USD 1,35 juta.

Baca Juga: 25 Stan Kuliner Lokal Disiapkan di Area Sirkuit Mandalika

Pasar ekspor NTB juga mulai tersebar ke sejumlah negara.

Tiongkok menjadi tujuan terbesar dengan porsi 38,04 persen, disusul Malaysia 25,84 persen, Thailand 14,51 persen, Taiwan 6,68 persen dan Vietnam 6,26 persen.

Meski mencatat pertumbuhan tinggi, struktur ekspor tersebut masih didominasi produk hasil pengolahan smelter, khususnya katoda tembaga dan perak.

“Kondisi ini menjadi tantangan bagi NTB untuk memperkuat sumber ekspor berbasis ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, diversifikasi ekonomi menjadi kebutuhan lantaran pertumbuhan sektor pertambangan cenderung fluktuatif.

Pertanian, pariwisata, dan agroindustri dinilai memiliki ruang besar untuk dikembangkan.

Baca Juga: Gagal Gaet Gilberto Mora, Liverpool Bajak Target Arsenal di Bursa Transfer

NTB memiliki beragam komoditas potensial untuk pasar global, mulai dari kemiri, vanili, kakao, kopi hingga mutiara.

Tantangannya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan kualitas memenuhi standar pasar dan memiliki nilai tambah.

Kemiri misalnya, tidak harus terus dijual sebagai bahan baku.

Komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk turunan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Baca Juga: Marc Marquez Buru Akhir Kesialan di Mandalika, Saatnya Pecahkan Kutukan MotoGP Indonesia

“NTB perlu memperluas sumber pertumbuhan ekonomi dengan mengembangkan sektor pertanian dan agroindustri yang memiliki keterkaitan langsung dengan ekonomi masyarakat,” kata Iqbal.

Lonjakan ekspor 2026 tidak hanya menjadi catatan pertumbuhan perdagangan luar negeri.

Momentum ini dapat menjadi pijakan NTB untuk mengubah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah. Sekaligus memperkuat posisi produk daerah di pasar global.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
komoditas lokal Ekspor NTB Pertanian Ekonomi ekspor