
LombokPost – Kinerja ekspor non tambang NTB pada Juli 2026 mulai menunjukkan perkembangan yang patut diperhitungkan.
Tambang menjadi komoditas penopang utama atau 93,55 persen dari total ekspor NTB.
Kepala BPS NTB Wahyudin membeberkan, nilai ekspor NTB sepanjang Juli 2026 mencapai USD 166,08 juta.
Dari angka tersebut, komoditas tembaga menjadi penyumbang terbesar dengan nilai USD 155,36 juta.
Baca Juga: Mimpi NTB: Gili Mas Jadi Gerbang Cruise Asia
Sedangkan ekspor konsentrat tambang tidak lagi berlangsung setelah April 2026.
“Tembaga yang kita ekspor itu adalah katoda, hasil dari smelter,” ujarnya.
Selain tembaga, ada sejumlah komoditas non tambang mulai memberi warna pada struktur ekspor NTB.
Kelompok perhiasan dan permata mencatat nilai sekitar USD7,6 juta, berupa perak dan mutiara hasil budidaya.
Sektor perikanan juga ikut menopang kinerja ekspor NTB.
Nilainya mencapai sekitar USD 2,66 juta.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




