Nadi Energi Malang

Ivan.Mardiansyah • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:53 WIB
Penopang Pasokan: Deretan tangki timbun di FT Malang Ciptomulyo berkapasitas total 7.200 KL dijaga ketat dengan standar pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) selama 24 jam (2/9/2026). Fasilitas ini menjadi benteng utama kelancaran pasokan BBM di wilayah Malang Raya.
Penopang Pasokan: Deretan tangki timbun di FT Malang Ciptomulyo berkapasitas total 7.200 KL dijaga ketat dengan standar pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) selama 24 jam (2/9/2026). Fasilitas ini menjadi benteng utama kelancaran pasokan BBM di wilayah Malang Raya.

 

LombokPost- Sektor industri, UMKM, hingga mobilitas harian warga di kawasan Malang Raya menggantungkan napas ekonominya pada satu titik vital. Fasilitas PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal atau FT Malang yang berlokasi di Ciptomulyo hadir sebagai penopang utama keberlangsungan aktivitas masyarakat.

Mengelola kapasitas simpan mencapai 7.200 kiloliter (KL), fasilitas Objek Vital Nasional (Obvitnas) FT Malang menjadi benteng utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi. Kehadiran operasional FT Malang memastikan distribusi BBM dan LPG di Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga Kota Batu tetap aman terkendali.

Setiap harinya, jutaan liter bahan bakar dari FT Malang didistribusikan melalui sistem pengamanan berlapis 24 jam penuh. Penerapan standar keselamatan berbasis Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di FT Malang menjamin pasokan energi bagi publik tidak pernah terputus.

Kepatuhan Prosedur: Barisan personel melintas di area terbatas dengan papan imbauan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai bentuk kepatuhan ketat terhadap standar norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) (2/9/2026). Prosedur HSSE diterapkan tanpa kompromi pada setiap aktivitas operasional.
Kepatuhan Prosedur: Barisan personel melintas di area terbatas dengan papan imbauan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai bentuk kepatuhan ketat terhadap standar norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) (2/9/2026). Prosedur HSSE diterapkan tanpa kompromi pada setiap aktivitas operasional.

 

Denyut aktivitas operasional di FT Malang tidak pernah berhenti melayani masyarakat. Pemanfaatan jalur rel kereta api khusus menjadi salah satu urat nadi utama pembongkaran Kereta Api Ketel (KKW) yang membawa pasokan BBM massal dari depot utama menuju FT Malang.

Efisiensi moda transportasi rel yang terhubung langsung ke FT Malang ini sangat krusial. Keberadaan jalur ini sanggup menopang kebutuhan konsumsi harian wilayah Malang Raya yang mencapai rata-rata 2,5 juta liter BBM per hari tanpa hambatan logistik.

Sebagai Obvitnas dengan tingkat risiko tinggi (high risk), area operasional FT Malang dibentengi pengamanan fisik dan prosedur keselamatan terpadu. Pengawasan di lingkungan FT Malang mencakup kewajiban Alat Pelindung Diri (APD) penuh, kesiapsiagaan sistem hidran pemadam kebakaran, hingga verifikasi teknis armada.

Pengawasan ketat yang diterapkan manajemen FT Malang dari sektor hulu tersebut berlanjut hingga ke tingkat hilir. Hal ini juga berlaku pada rantai pengisian LPG bersubsidi 3 kg di stasiun pengisian yang dipasok langsung dari kawasan FT Malang.

Rantai pasok yang terjaga ketat oleh FT Malang ini memastikan ribuan UMKM kuliner serta kebutuhan domestik rumah tangga di Malang Raya tetap terpenuhi. Kinerja optimal FT Malang membuktikan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kedaulatan energi nasional.

Integrasi Logistik: Seorang petugas berada di antara rangkaian gerbong Kereta Api Ketel (KKW) BBM saat proses pembongkaran muatan massal di jalur rel FT Malang (2/9/2026). Efisiensi moda rel ini menopang kebutuhan konsumsi harian warga yang mencapai jutaan liter per hari.
Integrasi Logistik: Seorang petugas berada di antara rangkaian gerbong Kereta Api Ketel (KKW) BBM saat proses pembongkaran muatan massal di jalur rel FT Malang (2/9/2026). Efisiensi moda rel ini menopang kebutuhan konsumsi harian warga yang mencapai jutaan liter per hari.

 

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
FT Malang pertamina patra niaga