Dari Balik Jeruji, Limbah Plastik Jadi Bekal Warga Binaan Menata Masa Depan

Selembar papan plastik mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Ferry, 34 tahun, benda itu memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar bahan untuk membuat meja, kursi, atau tempat galon.
Di tangannya, papan yang berasal dari limbah plastik itu menjadi media untuk belajar.
--------------------
Belajar menggunakan keterampilan. Belajar bekerja. Sekaligus belajar menyiapkan kehidupan baru ketika suatu hari pintu Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terbuka untuknya.
Baru sekitar sepekan mengikuti kegiatan pembinaan, Ferry sudah mencoba membuat sejumlah produk. Mulai meja, tempat galon, hingga gantungan kunci.
“Saya ikut supaya lebih produktif. Nanti kalau sudah di luar, biar bisa bekerja dan tidak melakukan kesalahan yang dulu lagi,” ujar Ferry.
Kalimat itu terdengar sederhana.
Namun, di baliknya ada harapan seorang warga binaan yang ingin pulang ke masyarakat dengan membawa sesuatu yang berbeda.
Bukan hanya masa lalu.
Melainkan keterampilan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




