LombokPost- Sebagai wilayah kepulauan, kawasan pesisir Lombok merupakan garis depan kehidupan masyarakatnya. Namun, garis pantai yang menjadi tumpuan warga ini kian hari kian rapuh akibat gempuran alam. Di kawasan pesisir Ampenan hingga Mapak, Kota Mataram, hantaman gelombang tinggi dan laju abrasi yang ganas terus menerus merangsek pemukiman warga.
Akibat bencana abrasi yang melanda kawasan pesisir Lombok tersebut, rumah-rumah warga hancur, fasilitas umum rusak, dan daratan perlahan terkikis laut. Penanganan darurat seperti tumpukan karung pasir hingga batu penahan gelombang yang dipasang warga terbukti hanya sanggup mengulur waktu, sebab alam selalu menemukan celah untuk kembali menagih ruangnya.
Krisis parah yang menimpa pesisir Lombok di wilayah Ampenan dan Mapak menjadi alarm keras bahwa solusi fisik saja tidak cukup. Untuk menyelamatkan pesisir Lombok secara utuh, dibutuhkan perubahan cara pandang yang mendasar, edukatif, serta berakar pada prinsip keberlanjutan lingkungan.
Jawaban atas ancaman terhadap kelestarian pesisir Lombok kini mulai disemai dari Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Di desa tersebut, kini telah berdiri Sekolah Mangrove bertenaga surya yang berfungsi sebagai pusat edukasi dan konservasi untuk memadukan konsep ekologi, edukasi, serta ekonomi.
Kehadiran Sekolah Mangrove bertenaga surya ini diproyeksikan menjadi benteng pertahanan masa depan bagi ekosistem pesisir Lombok. Melalui fasilitas ini, anak-anak pesisir dididik secara langsung untuk memahami bahwa keselamatan daratan tempat tinggal mereka sangat bergantung pada kesehatan ekosistem laut di sekelilingnya.
Anak-anak generasi penerus penjaga pesisir Lombok tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga turun langsung menyusuri lebatnya perakaran mangrove. Mereka diajak mengenali cara kerja benteng alami yang mampu meredam amukan gelombang serta mencegah dampak buruk abrasi pantai.
Pengalaman pahit atas bencana abrasi yang terjadi di Mataram menjadi pelajaran berharga yang berhasil ditransformasikan menjadi aksi nyata penyelamatan pesisir Lombok dari Sekotong. Membangun kesadaran lingkungan pada generasi muda merupakan bentuk investasi terkuat bagi keberlangsungan Pulau Lombok di masa depan.
Melalui kolaborasi erat antara masyarakat, relawan, dan dukungan keberlanjutan, rantai edukasi kelautan di pesisir Lombok ini terus menyala. Tanaman mangrove yang ditanam hari ini akan tumbuh makin kokoh, berpacu dengan bertumbuhnya anak-anak Lombok yang tangguh dan paham cara merawat ruang hidupnya dari ancaman samudra.
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post