Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wisata Replika Ka’bah di Janapria, Paket Lengkap Rp 100 Ribu, Sewa Ihram Rp 10 Ribu

Administrator • Senin, 16 Maret 2020 | 14:18 WIB
MINIATUR: Seorang pengunjung wisata edukasi Jabal Rahmah terlihat sedang mengitari replica Ka’bah di Desa Jango, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah, kemarin (15/3). (Fatih/Lombok Post)
MINIATUR: Seorang pengunjung wisata edukasi Jabal Rahmah terlihat sedang mengitari replica Ka’bah di Desa Jango, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah, kemarin (15/3). (Fatih/Lombok Post)

Sesaat setelah diresmikan, wisata edukasi religi-kebangsaan di Desa Jango, Kecamatan Janapria ini sontak jadi pembicaraan. “Ayo kita umrah ke Jango. Sekarang sudah ada Ka’bah di sana,” kata warga dengan penuh canda.   


Fatih Kudus Jaelani, Lombok Tengah


 

Replika Ka’bah di tengah sawah itu menjulang tinggi. Lebarnya 8x8 meter persegi. Panjangnya sebelas meter jika dihitung dari pondasi. Ka’bah-ka’bahan ini berdiri di atas tanah dengan luas sekitar enam puluh meter persegi. Semua persis sama dengan aslinya. Rukun Hajar Aswad, Yamani, Syrian, dan Iraqi bisa dilihat dan dinikmati. Hanya selimutnya yang tak ada.


Begitu memasuki area wisata edukasi religi itu, pengunjung akan disambut plang berisi aturan mengunjungi Ka’bah. Membacanya membuat hati tergelitik. ‘Peraturan berkunjung di Ka’bah,’ bunyi judul papan pengumuman itu.


Tak jauh dari pintu masuk, terdapat tempat melempar jumrah.  Di area itu, terdapat tugu yang bertuliskan Ula, Wustha, dan Aqabah. Tak lupa pengelola menyertakan papan nama bukit tersebut. ‘Mina’. Menariknya, area itu dipenuhi batu-batu kerikil. Seolah baru saja ada jamaah yang baru selesai melempar jumrah.


https://www.youtube.com/watch?v=BFSQR9ugFrg

Di area sekitar miniatur Ka’bah, terdapat Hijr Ismail dan makam Nabi Ibrahim. Kedua tempat bersejarah itu tak ketinggalan membuat pengunjung benar-benar merasakan sensasi berada di tanah suci.


Tentu terik panas matahari Makkah di Arab Saudi akan membuatnya berbeda. Juga pemandangan di sekelilingnya. Tapi dengan pakaian ihram, jika pengunjung berswafoto, sensasi di kamera dapat. “Sayangnya tempat ini sepi,” kata Subandi, salah seorang pengunjung yang penulis Koran ini temui di sana.


Meskipun demikian, empat orang pengunjung Ka’bah di Jango siang itu terlihat berlari-lari kecil dari titik Shafa ke Marwa. Tempat itu terletak di bagian depan Ka’bah. “Tapi ini ada berugaknya,” kata Subandi mencandai Ka’bah-ka’bahan itu.


Subandi mengatakan, sudah lama ia ingin berkunjung ke tempat tersebut. Menurutnya, replika Ka’bah di Jango itu sudah menjadi bahan pembicaraan masyarakat sekitar. Khususnya yang berada tak jauh dari Janapria. Tak ingin sekedar mendengar desas-desus, ia pun datang untuk melihat langsung replika Ka’bah itu.


Katanya, setiap membicarakan replika Ka’bah Jango, keluarganya selalu mengajak dengan candaan. “Kita biasanya saling ajak umrah. Umrah kini murah,” kata Subandi mengulang candaaannya dengan keluarga.


Sekitar seratus meter dari area Ka’bah, menjulang tinggi tugu yang disebut sebagai bukit Jabal Rahmah. Tempat bertemunya Adam dan Siti Hawa itu di Wisata edukasi Jango bersatu dengan area kantor pengelola wisata tersebut.


“Kalau pagi dan sore ramai, siang begini sepi. Soalnya panas,” kata Hadis, salah seorang pengelola wisata Jabal Rahmah Desa Jango yang Koran ini temui.


Replika Ka’bah di Jango ini menurut Hadis meniru wisata religi replika Ka’bah yang ada di Semarang. Jabal Rahmah di Jango sendiri mulai di bangun akhir 2018. Resmi dibuka pada November 2019. “Sejak dibuka, banyak sekali yang datang. Terutama sekolah-sekolah yang memberikan edukasi pada peserta didiknya,” terangnya.


Tak hanya pelajar, calon jamaah haji dan umrah yang dalam program manasik juga sudah beberapa berkunjung ke tempat itu. Hampir dari semua daerah pernah berkunjung. Bahkan dari Malaysia.


Hadis menuturkan, ada salah seorang calon jamaah umrah yang datang ke tempat tersebut untuk mengobati kerinduannya ke tanah suci.  Orang tersebut katanya akan berangkat umrah dan sudah mengadakan syukuran  di rumahnya. “Nah, karena mendadak ditunda karena virus Korona itu, dia ke sini,” tutur Hadis.


Karyawan wisata religi Jabal Rahmah Jango Asmaul Husna menerangkan, ada beberapa paket yang bisa dinikmati pengunjung. Salah satunya paket manasik haji. Paket tersebut secara umum terbagi dua, anak-anak dan dewasa. Kalau anak-anak Rp 67 ribu per peserta. Sedangkan dewasa Rp 100 ribu per peserta. “Sekarang sedang ada diskon. Dewasa bisa Rp 78 ribu,” tawarnya.


Fasilitas yang didapatkan lengkap. Mulai dari makan dan minum, manasik haji, permainan, lengkap dengan pemateri. Selain paket manasik haji, ada juga paket lainnya. Seperti paket napak tilas kebangsaan, pelatihan keramik, batik, berkemah, dan lain-lain.


Tapi jangan khawatir. Berkunjung ke sana tanpa paket pun bisa. Tak memakai pakaian ihram dan manasik haji juga tak ada yang melarang. Namun untuk menambah kesan religius saat berswafoto, pengelola menawarkan jasa sewa pakaian ihram. Rp 10 ribu per kain.


Sempat Ditolak Warga 


Kendati dihajatkan sebagai wisata edukasi religi, keberadaan replika Ka’bah di tengah desa itu tak lepas dari pandangan negatif warga. Ibu Vivit, salah seorang pedagang di area wisata itu menuturkan berbagai macam protes warga tentang adanya replika Ka’bah itu. “Kemarin waktu hujan tak kunjung turun, Ka’bah ini dikira sebagai penyebabnya,” tuturnya.


Ada desas-desus mengenai warga sekitar yang ingin beraksi membongkar replika tersebut. Kata Hadis, padahal tempat tersebut diniatkan sebagai tempat berwisata sekaligus belajar. Buktinya, tak sedikit calon jamaah umrah dan haji yang datang berkunjung ke sana. Tentu hal itu penting. “Tergantung niatan kita,” jelasnya.


Kecuali, jika sepulang dari sana pengunjung menambah gelar haji di depan namanya. “Itu baru sesat,” tambahnya. (*/r3)

Editor : Administrator
#Janapria #Jabal rahmah #Replika Kabah