Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cara Cak Fadil, Owner Lalapan Kampus Bertahan saat Pandemi

Administrator • Senin, 8 Maret 2021 | 14:05 WIB
PANTANG MENYERAH: Cak Fadil, owner Lalapan Kampus hendak mengantar pesanan pelanggannya, Sabtu (6/3/2021) lalu.  (Toni/Lombok Post)
PANTANG MENYERAH: Cak Fadil, owner Lalapan Kampus hendak mengantar pesanan pelanggannya, Sabtu (6/3/2021) lalu. (Toni/Lombok Post)
Usaha kecil menengah (UKM) merasakan dampak nyata dari pandemi Korona. Pelaku UKM harus memutar otak memikirkan berbagai cara bertahan dalam situasi saat ini. Cak Fadil, owner Lalapan Kampus, yang berjualan di depan Universitas Mataram, salah satunya.

-------------

NAMA lengkapnya Fadlillah. Namun ia biasa disapa Cak Fadil. Orangnya supel. Mudah bergaul dan ramah. Ia sempat menjadi PNS. Guru di Lombok Barat. Namun memilih mengundurkan diri karena ingin fokus di dunia usaha.

Maklum, sejak tahun 2000-an alumni Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unram ini sudah mulai tertarik ke dunia usaha. Berawal dari dirinya membuka lembaga bimbingan belajar hingga membuka toko. Kemudian ia merintis usaha kuliner Lalapan Kampus tahun 2010 silam.

"Memang sudah ada jiwa bisnis dari dulu," kata dia.

Namun beberapa kali menjadi guru honorer, ia akhirnya ikut seleksi CPNS kemudian lulus. Setelah lulus, ia ditempatkan di salah satu sekolah di wilayah Sekotong, Lombok Barat. Menjadi seorang PNS tak lantas membuat Cak Fadil merasa nyaman dan senang. Justru ia merasa terkekang. Sehingga, ia memutuskan melepas statusnya sebagai PNS dan fokus di dunia usaha tahu 2017 lalu.

Cak Fadil membuka usaha Lalapan Kampus sejak tahun 2010. Rumah Makan Lalapan Kampus yang ada di Kekalik, depan Unram menjadi salah satu primadona mahasiswa. Maklum harganya terjangkau. Hanya Rp 15-16 ribu. Menu yang tersedia, ada lalapan ayam, ikan, dan soto.

Hampir setiap hari rumah makan ini tak pernah sepi. Puncaknya di tahun 2014-2015, rumah makan ini jadi primadona di kalangan mahasiswa.

Namun tantangan dan ujian mulai dihadapi Cak Fadil seiring kebijakan pemerintah yang dinilai kurang menguntungkan. Misalnya kenaikan harga BBM. Hal ini juga berdampak pada omzet pengusaha kuliner.

"Karena pangsa pasar kami kan mahasiswa dan anak kos. Ketika harga BBM naik, ternyata itu berdampak pada biaya yang mereka harus keluarkan sehari-hari," ucapnya.

Kemudian tantangan demi tantangan dihadapi para pengusaha. Mulai dari gempa di tahun 2018 hingga pandemi Korona 2020 yang berlangsung hingga saat ini. Sehingga, untuk menyikapi kondisi itu, butuh strategi luar biasa.

Jika dulu Cak Fadil lebih banyak menunggu bola, sekarang ia yang harus jemput bola. Kolaborasi dan memperbanyak silaturahmi dengan semua orang untuk menawarkan mereka kuliner yang dijualnya.

"Sekarang istilahnya strategi gerilya. Harus banyak silaturahmi ke semua orang. Ke alumni teman sekolah, teman kuliah, atau gabung dengan komunitas," tuturnya.

Dari sana, setiap ada kegiatan kelompok, mereka biasanya memesan makanan ke Cak Fadil. Ini kemudian menjadi peluang usaha tempatnya menjual kulinernya dalam bentuk pesanan nasi kotak dan semacamnya.

"Istilahnya kalau di basket kita tidak bisa memasukkan bola ke ring ketika di hadang. Maka kita harus begerak ke kiri kanan jeli mencari celah memasukkan bola agar target sampai," paparnya.

Jika mengandalkan cara lama hanya menunggu pengunjung datang, bisa dipastikan omzet akan turun drastis. Bahkan terjun bebas. "Namanya lalapan kampus, ya sasaran pasarnya adalah anak kampus atau anak kuliahan. Tapi kalau kondisi kampus seperti ini, mau bagaimana, " cetusnya.

Sehingga ia pun harus mengubah pola pemasaran dengan menyediakan makanan ketika ada acara temannya.

Kemudian ia juga menawarkan dalam situasi seperti ini pelaku UKM bisa juga beralih sementara ke usaha lain. Dengan catatan usaha utama jangan ditinggalkan. Tetapi bagaimana usaha baru bisa membuat usaha lama bertahan melewati badai Korona yang penuh ketidakpastian.

"Tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua strategi. Dalam kondisi ini juga harus bisa memanfaatkan sistem digital online," ungkapnya. (hamdani wathoni/r3) Editor : Administrator
#ukm #Cak Fadil #Lalapan Kampus