Fatih Kudus Jaelani
Tuan guru yang satu ini memiliki sedikit cerita yang berbeda dari kebanyakan tuan guru lainnya yang maju menjadi Calon Legislatif DPRD di NTB. Perbedaan itu terlihat dari motivasi mencalonkan diri, sampai dengan strategi yang telah disiapkan untuk dapat meraih kursi.
TGH M Hizbi Khaer merupakan tokoh agama generasi milenial dari Kecamatan Lenek, Lombok Timur. Lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir ini untuk pertama kalinya maju menjadi Caleg DPRD Dapil NTB 3 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“Pertimbangan saya langsung ke Provinsi karena melihat peluang yang lebih besar di sana. Manfaat yang bisa saya berikan juga akan lebih besar,” kata Hizbi Khaer pada Lombok Post.
Ia mendapat dorongan dari partai untuk maju karena elektabilitasnya sebagai tokoh agama. Tapi tak hanya itu. Kata Hizbi, Ia juga maju karena melihat adanya peluang yang cukup besar untuk menang.
Di masyarakat, ia dikenal sebagai sosok tuan guru sekaligus tokoh masyarakat yang tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tapi juga sosial. Di samping membina pondok pesantren di Desa Sukarema, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, ia juga mengisi pengajian di enam majelis taklim yang ada di Kecamatan Masbagik, Lenek, dan Aikmel.
Selain memberikan pembinaan rohani, ia juga selama ini menjalankan aktivitas sosial seperti memberikan bantuan pada lansia, anak yatim, dan janda. Dari sanalah ia memilih untuk memperluas atau memperbanyak jangkauan manfaat dari program yang selama ini dijalankan. “Sebaik-baik manusia adalah orang yang memberikan manfaat dan kebaikan untuk sesamanya. Ini adalah visi saya. Memberikan kebaikan dan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat,” paparnya.
Dalam karirnya sebagai pendakwah, selama ini ia merasa menjadi penonton dalam setiap Pemilu. Kata dia, menjadi penonton tidak enak. Setiap hari didatangi banyak calon anggota dewan untuk dimintai dukungan. Sementara setelah itu, ia tak pernah benar-benar bisa memastikan jalannya pertandingan. Pun setelah laga usai. “Jadi saya sudah lelah jadi penonton. Inilah waktunya kita jadi pemain. Karena jadi penonton tidak bisa mencetak gol,” ujarnya.
Hizbi ingin mencetak gol dalam artian berperan langsung dalam menyelamatkan kehidupan masyarakatnya. “Dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia telah memelihara kehidupan seluruh umat manusia,” kata Hizbi mengutip Alquran Surat Al Maidah Ayat 32. (*bersambung)
Editor : Redaksi Lombok Post