Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kisah Sukses Adi Mustiadi Jadi Petani Cabai, Berawal Manfaatkan Pekarangan Rumah, Kini Miliki Lahan 2 Hektare

Lestari Dewi • Sabtu, 16 Desember 2023 - 15:50 WIB
Adi Mustiadi menyortir buah cabai merah yang akan bawa pengepul ke Pulau Jawa, kemarin (14/12).
Adi Mustiadi menyortir buah cabai merah yang akan bawa pengepul ke Pulau Jawa, kemarin (14/12).

LombokPost--Berawal dari memanfaatkan pekarangan rumah dengan polybag untuk menanam pohon cabai merah. Siapa sangka, Adi Mustiadi kini miliki 12.500 batang pohon cabai merah di lahan seluas hampir dua hektare di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat. 

--------

ADI Mustiadi terlihat sangat sibuk pagi itu. Teras gubuk sederhana berbahan bambu dipenuhi karungan cabai merah yang telah dipetik buruh tani setempat. Satu per satu buah cabai merah yang telah dipetik mulai disortir.

Ukuran besar dan berwarna merah sempurna dimasukkan ke dalam karung berukuran besar. Sedangkan cabai berukuran kecil atau sedang dengan warna merah kehijauan dipisahkan kedalam bak ember berukuran besar."

"Yang besar dan merah sempurna ini akan diambil pengepul dan dibawa ke Pulau Jawa, sedangkan yang ukuran kecil sedang mau dibawa ke Pasar Bertais, Kota Mataram," ucap Adi Mustiadi salah satu petani cabai di Dusun Bonjeruk II, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Loteng, Kamis (14/12).

Siapa sangka pria paruh baya ini menjadi petani cabai secara otodidak. Ia banyak belajar dengan konsisten menonton video tentang berkebun sebagai referensi. "Semua belajar dari 'mbah' YouTube," selorohnya pada Lombok Post.

Bahkan, sebelum menanam belasan ribu batang pohon cabai, dirinya bermula memanfaatkan pekarangan rumah dan menanam cabai menggunakan polybag. Ini dilakukan bersama sang istri untuk mengisi waktu luang sehari-hari. "Eh ternyata hasilnya bagus, dari sisi proses cukup mudah, kenapa tidak kita coba lanjut ke lahan lebih luas lagi," tambah Adi.

Kini, Adi memiliki lahan sekitar 1,70 hektare yang ditanami 12 ribu lebih batang pohon cabai merah. Hasil yang diperoleh pun cukup fantastis. Omset yang diraup bapak satu anak itu hingga belasan juta rupiah. Bisa lebih banyak lagi ketika harga cabai merah kian seksi.

"Saat jumlah terbatas, harga cabai kemarin bisa capai Rp 55 ribu per kilogram (kg) dan kini menyentuh Rp 40 ribuan per kg di tingkat petani. Lain lagi kalau cabai sudah ditangan pengepul, bisa naik lagi (harga cabai, red)," ucapnya.

Fokus menanam cabai dan dikirim keluar daerah ini sudah berjalan selama enam bulan. Sekali panen ia bisa mengirim satu hingga dua ton cabai merah. "Karena saya ada tiga orang pengepul, saya bagi hasil panennya agar sama-sama dapat," tukasnya. (lestari dewi)

 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #Cabai #petani sukses #Desa Bonjeruk #NTB