Reses Ketua DPRD Loteng M Tauhid di daerah pemilihan (dua) Kopang-Janapria menghasilkan sejumlah aspirasi dari masyarakat yang diserap.
Masyarakat meminta sumur bor, perbaikan jalan hingga keterampilan usaha mikro kecil dan menengah.
--------
AULA kantor Desa Aik Bual di Kecamatan Kopang mendadak ramai oleh masyarakat setempat.
Berduyun-duyun warga berdatangan dan mengisi puluhan kursi plastik hijau yang disiapkan tim sukses Ketua DPRD Loteng M Tauhid.
Walau sempat molor hingga satu jam lebih dari agenda, tidak mengurangi antusias warga untuk menghadiri kegiatan reses wakil rakyat mereka.
Reses anggota dewan ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk mengeluarkan uneg-uneg, menyampaikan kebutuhan mereka hingga perbaikan infrastruktur dan sarana prasarana dalam mendukung pergerakan ekonomi dan pertanian warga.
Hasil reses diharapkan dapat disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai perpanjangtanganan wakil rakyat.
Seperti yang disampaikan Suminggah warga setempat, sebagai buruh tani ia meminta perhatian pemerintah daerah terkait permasalahan air. Baik untuk konsumsi maupun mengairi area persawahan milik masyarakat disana.
“Kami meminta sumur bor, akibat kemarau panjang kamikesulitan air baik untuk minum, mencuci hingga mengairi persawahan,” ungkapnya dihadapan Ketua DPRD Loteng M Tauhid.
Dalam menghadapi masa kemarau, kata dia, masyarakat yang berada di daerah pemilihan (dapil) dua Kecamatan Kopang-Janapria menginginkan adanya sumur bor sebagai upaya pencegahan menipisnya air bersih.
“Ini masalah serius sehingga pemerintah daerah harus bisa tanggap dengan melakukan kebijakan yang bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal Blokir 233 Pinjol Ilegal dan 78 Pinpri
Selain persoalan sumur bor dan air bersih, masyarakat juga meminta adanya perbaikan jalan desa-desa yang belum mendapat sentuhan.
Termasuk, peningkatan kapasitas pemuda-pemuda desa terkait peningkatan keterampilan dan wawasan berwirausaha.
“Warga meminta peningkatan status jalan desa menjadi jalan kabupaten untuk dihotmik,” imbuh Badrun salah satu pemuda setempat.
Ketua DPRD Loteng M Tauhid mengatakan, permintaan sumur bor adalah hal wajar yang diminta masyarakat.
Sumur bor ini untuk berjaga-jaga apabila terjadi krisis air bersih menjelang musim kemarau.
“Ini adalah solusi yang ditawarkan dan harus disampaikan kepada pemerintah melalui dinas terkait,” ucap politisi Gerindra itu.
Tauhid mengharapkan, agar hal ini terelisasi mengingat skala daruratnya juga cukup lumayan besar.
Hal ini pula sudah masuk inventaris dari hasil reses ketika melakukan kunjungan ke dapil setempat. Sebagai wakil rakyat, dirinya berharap kepada pemerintah agar keinginan warga bisa segera teratasi.
“Dengan membangun sumur bor nantinya bisa dipergunakan masyarakat sebagai solusi terkait masalah air bersih,” timpal Tauhid.
Begitu pun aspirasi lain yang diajukan masyarakat, seperti perbaikan tempat ibadah, peningkatan kapasitas UMKM, hingga infrastruktur jalan, drainase.
Mudah-mudahan pada pembahasan anggaran perubahan nanti bisa terlaksana walaupun mungkin tidak semuanya.
“Nanti kita lihat skala prioritasnya mana yang kebutuhan masyarakat yang bisa didahulukan,” tukasnya. (lestari dewi)
Editor : Kimda Farida