Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sosok H.W. Musyafirin di Mata Guru: Murid Cerdas, Tak Pernah Lupa Akan Jasa Sang Guru (1)

Rury Anjas Andita • Selasa, 16 April 2024 | 10:37 WIB
MURID CERDAS: Abdul Halim dan Muslinah, dua guru yang pernah mengajar H.W. Musyafirin saat mengenyam pendidikan dasar di SDN Beru, Kecamatan Brang Rea sekitar tahun 1970-an.
MURID CERDAS: Abdul Halim dan Muslinah, dua guru yang pernah mengajar H.W. Musyafirin saat mengenyam pendidikan dasar di SDN Beru, Kecamatan Brang Rea sekitar tahun 1970-an.

Sosok Bupati KSB, H.W. Musyafirin ternyata masih membekas dibenak guru yang pernah mengajar bupati KSB dua periode ini sekitar tahun 1970-an. H. Firin kecil dikenal cerdas dan kritis. Berikut catatannya.

ABDUL FARUK, Sumbawa Barat

Abdul Halim Muhammad, adalah salah satu guru Sekolah Dasar (SD) yang pernah mengajar Bupati KSB H.W. Musyafirin sekitar tahun 1970-an. H.Firin sendiri diketahui mengenyam pendidikan dasar di SDN Beru, kini berubah menjadi SDN 1 Beru, Kecamatan Brang Rea antara tahun 1970 sampai 1975.

Koran ini berkesempatan menemui langsung pensiunan ASN berusia 74 tahun itu. Abdul Halim masih ingat betul tentang sosok muridnya yang kini berhasil menjadi orang nomor satu di KSB itu. ‘’H. Firin itu bekas murid saya di SDN Beru. Orangnya kecil, tapi cerdas dan kritis,’’ kata Abdul Halim.

Abdul Halim tak menampik, sebagai guru yang pernah mengajar orang nomor satu KSB ini bangga atas pencapaian muridnya saat ini. ‘’Kebahagiaan terbesar kami, ketika murid yang kami didik berhasil. Salah satunya H.W. Musyafirin ini,’’ katanya lagi.

Meski sudah berusia lanjut, Abdul Halim masih ingat betul tentang sosok muridnya yang satu ini. Ceritanya, kala itu ia sedang mengajar di kelas empat, sementara H.W. Musyafirin dudul di kelas tiga. Letak kelas yang bersebelahan membuat percakapan di ruangan kelas itu bisa didengar di ruang lain. Termasuk perdebatan yang terjadi antara H.W. Musyafirin dengan sang guru mata pelajaran bahasa Indonesia.

‘’Saya penasaran, ada murid yang berdebat soal penggalan kata mata pelajaran Bahasa Indonesia. Argumennya anak ini benar, penasaran saya kemudian cari tahu ternyata anak itu adalah H.W. Musyafirin,’’ jelasnya seraya tersenyum.

Pengakuan serupa datang dari guru yang lain. Muslinah, satu dari sekian banyak guru yang masih menjadi saksi hidup perjalanan H.W. Musyafirin ini mengakui jika sosok bupati KSB dua periode itu adalah murid yang pintar. Diusianya yang sudah sangat lanjut, perempuan 84 tahun ini masih ingat betul tentang muridnya tersebut.

‘’Saat tahu kalau H.W. Musyafirin menjadi bupati, guru mana yang tak bangga. Anak didiknya bisa mencapai puncak karir sebagai orang nomor satu KSB,’’ katanya saat ditemui di kediamannya di Desa Beru, Kecamatan Brang Rea.

Saat H.W. Musyafirin mengenyam pendidikan di SDN Beru, Muslinah saat itu baru diangkat sebagai PNS dan langsung ditugaskan sebagai guru kelas. Saat itulah, interaksi dirinya dengan H.W. Musyafirin terjadi. ‘’Anaknya pintar. Saya ingat betul kalau murid saya yang satu ini,’’ paparnya lagi.

Kesan paling mengharukan terjadi saat Muslinah menghadiri sebuah acara beberapa tahun lalu. Kala itu, ia tak menyangka dalam acara itu H.W. Musyafirin juga hadir. Di tengah keramaian orang banyak, H.W. Musyafirin kemudian memanggil namanya dan memperkenalkan kepada khalayak ramai, jika dirinya adalah guru yang pernah berjasa mendidik dirinya.

‘’Di hadapan banyak orang yang hadir beliau menyebut saya sebagai gurunya. Tidak banyak orang seperti itu, apalagi setelah menjadi orang besar. Guru mana yang tak bangga melihat hal demikian. H. Firin juga selalu berkunjung ke rumah, karena memang kami dekat sejak awal,’’ urainya.

Selain itu, H. Firi  juga tak pernah lupa akan jasa guru. Ia mengakui, hampir setiap bulan eks guru SDN Beru yang pernah mengajarnya kala itu mendapat kiriman tiap bulan dari bupati KSB ini.

‘’Kami kaget, ternyata semua guru H. Firin yang masih ada sampai saat ini selalu mendapat kiriman. Itu langsung ke rekening dan itu sudah berjalan hampir beberapa tahun terakhir,’’ katanya lagi. (bersambung/r5)

Editor : Rury Anjas Andita
#HW Musyafirin