Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kepanikan Warga Dusun Awang Hindari Tsunami, Teringat Bencana Serupa Tahun 1977 Tewaskan 38 Orang

Lestari Dewi • Minggu, 28 April 2024 | 07:30 WIB
Puluhan warga Dusun Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut berlarian menghindari pesisir pantai yang diterjang tsunami, Jumat (26/4).
Puluhan warga Dusun Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut berlarian menghindari pesisir pantai yang diterjang tsunami, Jumat (26/4).

Puluhan warga Dusun Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut panik. Pesisir pantai yang menjadi tempat tinggal mereka diterjang ombak tsunami. Terkenang kejadian serupa pada tahun 1977 silam.

---------------

NGIIIIIIIIIIIIIING...... begitu bunyi sirine yang semakin lama semakin panjang dan keras dari erly warning system yang berada tak jauh dari pesisir pantai Dusun Awang, Desa Mertak di Kecamatan Pujut. Pertanda tak lama lagi akan muncul ombak besar tsunami dari tengah laut menuju pesisir setelah berulang kali terjadi gempa di lokasi tersebut.

Puluhan warga Desa Persiapan Awang ini pun berlarian. Wajah mereka penuh rasa kepanikan dan ketakutan. Ibu-ibu menggendong bayi-bayi mereka, yang muda membopong yang tua, bahkan ada pula yang menggotong barang-barang penting di atas kepala menggunakan bak stereofoam.

"Ombak besar datang, tsunami, tsunami, cepat lari cepat lari," begitu teriakan keras Lalu Jamaluddin kepada seluruh warganya.

Mereka bersama-sama mencari tempat berlindung, berlarian menghindari pesisir pantai menuju titik kumpul, selanjutnya bersama-sama naik ke atas perbukitan menjauhi pesisir. Bersyukur air pantai hanya naik hingga ke bahu jalan raya. Tepat dibawah perbukitan mereka menyelamatkan diri.

Bapak empat anak itu terkenang pada kejadian serupa pada tahun 1977 silam. Dimana tidak ada pengetahuan soal bencana, ataupun warning system seperti sekarang. Kala itu usianya sekitar 16-17 tahun, tepat hari ketiga bulan puasa dihari Jumat sore hari. Ia menjadi salah satu saksi melihat seramnya bencana tsunami.

"Sekitar 38 orang jadi korban, satunya anak kecil. Tidak tahu mau apa, berbuat apa, mencar-mencar," ingatnya.

Meski ini hanya simulasi, namun menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat setempat agar bagaimana bersikap saat menghadapi potensi bencana gempa yang disusul tsunami. Simulasi pun diikuti secara serius oleh warga selama dua hari.

"Bencana ini kita tidak ada yang tahu, walau jauh dari gunung di daratan, ternyata potensi gempa dari bawah laut bisa terjadi. Apalagi jika gempanya berulang, daratan dipesisir pantai saja bisa tenggelam," ungkap Jamaluddin.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng Ridwan Ma'ruf mengatakan, simulasi dan upacara yang dilakukan merupakan untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional. Digelar di Dusun Awang yang juga desa pemekaran ini lantaran pernah terjadi bencana serupa tahun 1977 lalu.

"Bahkan terbaru saat gempa 2018 di Lombok, banyak ribuan rumah rusak parah," katanya.

Sebab itu, BPBD Loteng merasa perlu membekali masyarakat untuk siap menghadapi bencana dan mewujudkan desa tangguh bencana yang kini bertambah sebanyak 34 desa. "Kita harapkan desa (persiapan, red) ini menjadi desa tangguh bencana," tegas Ridwan.

Dikatakan, dalam waktu dekat Pemda Loteng akan menerima hibah tiga alat early warning sistem dari BNPB pusat. Alat ini akan dipasang di Selong Belanak, Gerupuk dan Awang.

"Ini adalah daerah-daerah sepanjang pantai yang banyak dikunjungi para wisatawan juga, sehingga wajib berikan tanda-tanda keselamatan," beber mantan Camat Praya ini.

Ia pun mengimbau kepada warga setempat untuk menjaga palang-palang jalur evakuasi agar tidak rusak. Serta meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dari sampah-sampah plastik. "Jalur evakuasi yang sudah dipasang tolong dijaga bersama. Apalagi bagian utara rawan longsor," tutupnya. (lestari dewi)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#simulasi #hari kesiapsiagaan bencana nasional #Tsunami #BPBD Loteng #Lombok