Menggunakan Bahan Bekas yang Mudah Didapat. Darah seni itu entah mengalir dari mana. Tiba-tiba saja Fadhil Fiqri, bisa merancang miniatur motor sport dengan komponen detail.
LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram
EKSPRESI wajahnya dingin. Jika sedang bekerja, ia tak suka membiarkan siapapun menganggu fokusnya.
Terkadang pintu kamarnya yang dihiasi miniatur mainan hasil karyanya, dikunci rapat. Di dalam kamar, Fadhil Fiqri ‘meleburkan diri’ dalam kekayaan imajinasi dan ketekunan berkarya.
“Suka saja,” jawabnya pendek, saat ditanya alasan membuat berbagai miniatur itu, kemarin (3/11).
Seperti kebanyakan seniman, Fadhil Fiqri bukan anak yang suka nyerocos bicara. Tangannya yang lebih suka berkarya.
Untuk yang satu ini, semua orang makfum, imajinasi seorang seniman memang sulit dibahasakan dengan kata-kata. Maka wajar saat Fadhil ditanya dari mana bakat seni diperolehnya, ia menggeleng. Bingung.
“Nggak tahu,” jawabnya kalem.
Ayahnya seorang karyawan perusahaan swasta. Begitupun lingkungannya, tidak ada pengerajin seni serupa.
Satu-satunya alasan Fadhil, mendapat ide kreatifitas adalah smartphone pemberian ayahnya. “Lihat-lihat di YouTube (cara membuatnya),” ungkapnya.
Fadhil, siswa kelas 7 IX MTsN 1 Mataram. Remaja kreatif ini tinggal di Selagalas.
Jika kebanyakan anak seusianya menghabiskan uang jajan untuk membeli makanan ringan dan main, Fadhil menggunakannya untuk membeli berbagai alat berkarya seperti lem, gunting, cat, baut, per, dan lainnya. “Naik ojek, sendirian. Beli ke Cakra,” tuturnya.
Ada beberapa toko yang menjadi tujuan Fadhil di kawasan Cakranegara untuk membeli alat-alat berkarya. Untuk anak yang baru berusia 14 tahun, di toko-toko itu Fadhil pelanggan paling kecil.
Begitu pula untuk penggunaan smartphone. Anak-anak seumuran Fadhil kebanyakan menghabiskan waktu sepulang sekolah bermain game.
Tetapi histori pencarian YouTube Fadhil dipenuhi dengan kata kunci ‘cara membuat ...’.
“Suka gambar,” ungkapnya, menceritakan awal mula tertarik pada karya miniatur.
Gambar yang dihasilkan bukan gambar biasa. Fadhil bisa membuat gambar tiga dimensi.
Untuk anak seusianya, tidak banyak anak yang menguasai teknik gambar tiga dimensi. Gambar yang mampu menghasilkan ilusi optik yang membuat mata melihatnya seolah-olah ada di ruang tiga dimensi.
Kemampuan gambar tiga dimensi inilah yang mendorong Fadhil ingin membuat sesuatu yang lebih realistik. Tercetuslah ide membuat miniatur mainan yang disukainya.
“Ada motor drag, motor sport, mobil truk,” ucapnya.
Uniknya, bahan-bahan yang digunakan Fadhil Fikri berasal dari bahan yang mudah diperoleh di sekitar. Bahkan tergolong sampah.
Seperti kertas karton, sedot air, plastik bekas minuman, dan lain-lain. “Buat dipajang di kamar,” ucapnya polos, menjawab untuk apa hasil karyanya.
Fadhil Fiqri belum berpikir untuk mengkomersilkan karyanya. Ia juga bingung mau dijual berapa untuk satu karya minaiturnya yang memiliki detail tinggi karyanya. “Yang penting senang (berkarya),” tutupnya. (*/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post