LombokPost-Sekolah lansia Kabupaten Lombok Utara mewisuda 50 peserta didik, Selasa (5/11) lalu.
Banyak kesan yang dirasakan para siswa selama menempuh pendidikan di lembaga tempat belajar bagi orang lanjut usia itu.
------------------
Romo Sukarman tak pernah terpikirkan akan memakai toga. Terlebih, dia hanya lulusan SMP. Akan tetapi di usia senjanya, dia akhirnya merasakan ikut proses wisuda.
Sukarman memang sudah tidak muda lagi. Dia wisuda di usia 58 tahun.
Sebenarnya, ada yang lebih tua darinya. Seperti siswa berusia 60-70 tahun.
Sukarman mengatakan, pengalaman tersebut tidak akan pernah dilupakan.
"Ternyata begini rasanya diwisuda. Banyak sekali kesan, dan saya merasakan sangat berkesan,” jelasnya.
Sukarman bersama beberapa rekannya diwisuda pada Selasa (5/11) lalu di halaman Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP2KBPMD) KLU, karena telah menyelesaikan pendidikan di sekolah lansia.
Sekolah yang berada di Kecamatan Pemenang ini satu-satunya lembaga pendidikan bagi lansia di KLU.
Untuk angkatan pertama, sekolah ini mewisuda 50 orang.
Peserta didiknya menempuh pendidikan selama enam bulan. Romo Sukarman salah satu di antara para wisudawan tersebut
Romo Sukarman berpendapat adanya sekolah lansia ini sangat luar biasa.
Sebab, ada banyak pengetahuan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan. Seperti dia mengenal jenis penyakit pada lansia.
”Ada penyakit jantung, paru-paru, stroke, diabetes. Kita jadi tahu dan bagiamana cara mencegahnya,” jelasnya.
Pria kelahiran 31 Desember 1966 itu mengatakan, di sekolah lansia memang ada pelajaran tentang jenis-jenis penyakit. Sehingga mereka diedukasi tentang pola hidup sehat. Seperti mengurangi konsumsi garam, lemak, gula, dan lain sebagainya.
”Kami diberi edukasi hidup sehat di masa tua,” imbuhnya.
Kemudian, melalui sekolah tersebut juga kadang dijadikan momen bernostalgia antar siswa. Sebab, di sekolah itu mereka kadang bertemu dengan teman masa kecilnya.
”Karena lama tidak bertemu, kita merasa senang. Bisa cerita masa-masa kecil,” tuturnya.
Prosesi wisuda sekolah lansia dipimpin Bupati KLU Djohan Sjamsu, Selasa (5/11).
Dalam arahannya, Djohan menyampaikan apresiasi kepada BKKBN NTB yang yang telah memfasilitasi sekolah lansia di Lombok Utara.
Dia berharap, melalui sekolah ini akan terwujud lansia yang lebih berkualitas, mandiri, produktif serta dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi generasi muda.
Keberadaan sekolah lansia menjadi bukti nyata, bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus menggali ilmu dan pengembangan diri.
”Saya berharap para lansia yang sudah diwisuda dapat terus mengembangkan diri dan berbagi ilmu dengan sesama. Majunya SDM adalah kunci kemajuan Lombok Utara,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala BKKBN NTB Lalu Makrippudin mengatakan, baru ada tiga sekolah lansia di NTB.
Salah satunya ada di KLU. Kedepan, diharapkan ada di setiap kecamatan di semua kabupaten/kota.
”Sekolah lansia ini untuk meningkatkan kualitas atau kepedulian kita terhadap para lansia,” tandasnya. (*/r12)
Editor : Kimda Farida