Saat Ramadan, umat muslim memiliki tradisi menunggu waktu berbuka atau ngabuburit. Di Kota Mataram, salah satu lokasi ngabuburit yang semakin digemari masyarakat adalah Taman Loang Baloq.
Mataram
MENDUNG bergulung-gulung. Gerimis merinai, dalam kesyahduan senja yang semakin dingin.
Dua orang remaja, berlainan jenis, saling menggoda di gazebo Taman Loang Baloq yang pongah menghadap laut. Mereka adalah, Abdul Hadi dan kekasihnya.
“Labuapi,” ungkap Abdul Hadi, menjelaskan asalnya.
Mendung yang pekat tak menyurutkan langkahnya mendatangi taman yang luas itu. “Lebih asyik di sini, tempatnya tak berlalu ramai,” ucapnya, tersipu.
Pada pasangannya, Hadi berjanji membawanya jalan-jalan. Hingga tiba bedug bertalu dan azan magrib berkumandang.
“Ya nanti bisa berbuka di warung-warung,” terangnya.
Abdul Hadi, tengah dilanda asmara. Meski itu bulan puasa, ia tak bisa jauh dari pujaan hatinya.
Sedangkan, sang kekasih memilih menghindar selama proses wawancara berlangsung. “Malu,” sahutnya dari kejauhan, sembari menyembunyikan senyumnya dalam lipatan tangan.
Bagi Hadi, Loang Baloq adalah tempat yang sangat asyik. Suasananya mendukung untuk sendiri, berduaan, hingga ramai-ramai.
Namun ia menitip sedikit kritik. “Kebersihan pantai yang kurang,” keluhnya.
Selebihnya, Loang Baloq adalah definisi tempat wisata yang sempurna. Satu dari sedikit tempat yang mampu menawarkan tiga keunggulan sekaligus: pantai, taman, dan kuliner.
Baca Juga: Puasa Ramadan Tak Hanya Sehatkan Fisik, Juga Bentuk Karakter Anak
Pesona Pantai Memanjakan Mata
Taman Loang Baloq terletak di kawasan pesisir, menawarkan pemandangan laut biru dengan semilir angin menyejukkan. Sebelum Ramadan, tempat ini memang selalu ramai.
Banyak pengunjung datang menikmati panorama matahari terbenam yang menawan. “Di sini nyaman dan sejuk,” ungkapnya.
Momen-momen yang tak tergantikan, tentu saja ketika jelang berbuka. Duduk sambil menyaksikan matahari tenggelam kemudian menikmati rezeki yang didapat hari ini.
“Cuma sekarang lagi mendung (sunset tak terlihat),” celetuknya.
Tempat ini juga kerap jadi lokasi asyik untuk bermain, seperti sepak bola, voli pantai, atau sekadar jalan-jalan. Tak jarang, pengunjung membawa peralatan pancing untuk mengisi waktu menunggu berbuka.
Baca Juga: 2.000 Warga Belum Miliki KTP, Sekretaris Disdukcapil Mataram: KTP Penting untuk Akses Layanan Publik
Surga Kuliner di Pinggir Pantai
Meninggalkan Abdul Hadi yang tengah dimabuk asmara, menuju ke arah luar ruas jalan depan Taman Loang Baloq. Di sini, suasana semakin ramai.
Mendung yang pekat, sama sekali tak menyurutkan langkah para pemburu kuliner menikmati sajian seafood yang nikmat. Silih berganti, kendaraan roda dua dan empat berhenti dan parkir.
Di sini aneka kuliner seafood amat menggugah selera. Berjejer memanjang warung menawarkan beragam kuliner tangkapan laut.
“Ada baronang, kakap, tongkol, kerapu, cumi, gurita,” terang Hindun, salah satu pedagang di sela kesibukan menyiapkan menu berbuka untuk puluhan remaja yang memenuhi lapaknya.
Gurihnya ikan laut bakar semakin nikmat dengan menu pedas yang bisa dipilih: pelecing kangkung, terong bakar, beberoq, dan aneka kerupuk.
Varian menu berbuka ini membuat suasana berbuka semakin nikmat. Hindun mengatakan dua hari ini, lapaknya selalu penuh.
“Berkah, berkah,” ucapnya sambil menghalau asap dari tempurung kelapa yang membumbung pekat.
Lombok Post tak banyak mengajak wanita paro baya itu berbincang. Kesibukannya menyiapkan menu, memperlihatkan ia butuh konsentrasi penuh menyajikan cita rasa terbaik.
Sementara itu, aneka minuman tersedia pula. Dari es kelapa muda, es teh, es susu, dan minuman segar lainnya. “Buah juga ada,” ucapnya.
Harga pun bervariasi. Dari harga ikan Rp 15 ribu sampai Rp 60 ribu. Tergantung porsi yang dipesan dan tentu saja ukuran dan jenis ikannya.
Bagi yang sedang ngabuburit, menunggu waktu berbuka di warung-warung kuliner ini sangat mengesankan. Laut terbentang luas di sisi barat menghadirkan pemandangan yang eksotis menyempurnakan cita rasa yang nikmat.
Baca Juga: Dinas Kesehatan Kota Mataram Pastikan Layanan Puskesmas Tetap Optimal selama Ramadan
Taman yang Luas, Cocok untuk Bersantai
Selain pantai dan kuliner, Taman Loang Baloq memiliki area taman yang luas. Tempat ini menjadi favorit bagi mereka yang ingin bersantai di bawah pepohonan, di berugaq, atau area taman yang lapang.
Ini menjadi lokasi ideal bagi anak-anak bermain hingga orang dewasa. Para orang tua yang jenuh dengan setumpuk pekerjaan dengan mudah me-refresh pikiran dengan menikmati suasana alam.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sekaligus pengelola taman, Tamrin, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kenyamanan pengunjung dengan menambah fasilitas pendukung. “Kami selalu berusaha menjaga kebersihan dan keamanan taman ini. Beberapa fasilitas seperti tempat sampah, mushola, dan area bermain anak terus kami perbaiki agar pengunjung semakin nyaman,” ujar Tamrin.
Sejak Taman Loang Baloq direnovasi dan diperbaiki beberapa tahun terakhir, jumlah pengunjung terus meningkat. Tapi untuk jumlah kunjungan selama Ramadan ini belum bisa diukur.
Hal ini karena Ramadan baru berjalan dua hari dan event taman digelar pertengahan bulan nanti. “Di tanggal 15 Ramadan baru ada acara nanti, kami akan adakan Fashion Show Islami,” ucapnya.
Untuk sementara ini, kegiatan di taman masih seperti biasa. Pengunjung dapat menikmati keindahan taman dan melihat mini zoo yang menjadikan aneka koleksi satwa langka.
Seiring waktu berbuka semakin dekat, suasana Taman Loang Baloq semakin ramai. Para pengunjung memilih tempat terbaik menyantap hidangan yang telah mereka beli.
Beberapa di antaranya lebih suka berbuka di tepi pantai dengan alas tikar, sementara yang lain memilih duduk di bangku taman. Ketika azan magrib berkumandang, pengunjung menikmati sajian berbuka puasa dengan latar belakang deburan ombak yang menenangkan.
Suasana kekeluargaan begitu terasa, menjadikan Taman Loang Baloq bukan hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga lokasi ngabuburit yang menyatukan berbagai kalangan masyarakat. Bagi warga Mataram maupun wisatawan yang ingin merasakan ngabuburit berbeda, Taman Loang Baloq adalah pilihan yang tepat.
“Yang jelas kalau ngabuburit di sini pengalamannya banyak dan tak terlupakan,” pungkasnya. (LALU MOHAMMAD ZENUDIN/r3)
Editor : Akbar Sirinawa