Pantai Ampenan menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi warga untuk menunggu waktu berbuka.
Jika beruntung, warga dapat mendengarkan azan magrib berkumandang sembari menyaksikan matahari terbenam (sunset).
-----------------
Ahmad Alfarijal, 21 tahun, warga Kota Mataram dengan takjub memandang matahari yang senjengkal lagi akan terbenam.
Ia tertegun sendiri, sembari menunggu kerabatnya tiba. Di sekitarnya, puluhan warga lainnya menikmati suasana sore menjelang malam di pantai Ampenan.
“Suasana pantai ini jadi lebih bagus setelah di tata seperti ini. Saya tidak hanya ngabuburit, tapi juga langsung berbuka puasa di sini,” kata Rijal pada Lombok Post, Senin (3/3).
Tak jauh dari tempat Rijal duduk, Samsul, warga Lombok Timur terlihat menunggu ikan bakar di salah satu lapak pedagang.
Ia datang bersama istri dan anaknya. Syamsul mengatakan datang ke Mataram untuk mengunjungi salah satu kerabatnya.
“Tadinya mampir di rumah teman. Terus sekalian ke sini menunggu magrib. Nanti setelah berbuka balik ke Lotim,” ujar Samsul.
Samsul mengaku menikmati suasana sore di pantai Ampenan. Apalagi dengan kondisinya yang sudah tertata rapi.
Ia mengingat tahun lalu sempat ke tempat itu. Namun suasananya tak seindah seperti saat ini.
“Sekarang lebih rapi. Banyak tempat duduknya juga. Asyik untuk ngabuburit di sini,” jelasnya.
Pantai Ampenan memang menjadi salah satu tempat yang selalu ramai dikunjungi warga. Tidak hanya di bulan puasa.
Tempat itu menjadi lokasi yang menarik untuk menikmati matahari terbenam, sembari menikmati berbagai aneka makanan. Ada ikan bakar, sate, soto, sampai bakso.
Pemkot Mataram sendiri telah merenovasi pantai tersebut pada 2024 dan selesai Januari 2025 lalu.
Ketua Pokdarwis Ampenan Kota Tua Fahrul Rozi mengatakan hasil penataan pantai Ampenan berdampak signifikan terhadap peningkatan pengunjung.
“Pantai Ampenan ini saat masih tidak tertata rapi saja tetap ramai di kunjungi. Apalagi setelah tertata rapi seperti ini. Peningkatan pengunjung pesat sekali. Sampai tiga kali lipat dari sebelumnya,” terangnya.
Belum Diresmikan
Dari data pengunjung yang ada di tangannya, Lombok Post mendapatkan angka sampai 3 ribu per hari di akhir pekan.
Jumat, Sabtu, dan Minggu menjadi hari yang ramai. Kata Rozi, itu pun tanpa ada event apapun.
Di awal bulan puasa, biasanya pengunjung tidak terlalu ramai. Kondisi sore itu, kata Rozi merupakan hari di mana warga masih senang berbuka puasa di rumahnya.
“Biasanya memasuki sepuluh hari kedua, warga akan memadati pantai ini. Terkadang para pedagang sampai kewalahan menghidangkan santapan berbuka. Kelebihannya memang matahari terbenam. Jika beruntung, warga akan mendapatkan kesan berbuka yang indah. Di mana tidak hanya mendengarkan azan, tapi juga melihat langsung terbenamnya sang surya yang menandakan waktunya berbuka telah tiba,” tuturnya.
Rozi memang sangat memahami kondisi pantai Ampenan.
Ia yang sudah cukup lama mengurus pantai tersebut mengaku senang dengan langkah Pemkot Mataram dalam menata pantai bersejarah tersebut.
Padahal Pemkot Mataram belum meresmikan proyek penataan tersebut.
Namun masyarakat sudah bisa menikmatinya.
Terlebih di bulan suci ini. Kata Rozi, memang sejak awal ia berharap penataan pantai Ampenan bisa kelar sebelum puasa.
Sehingga warga Kota Mataram bisa menjadikannya spot terbaik untuk menunggu waktu berbuka.
“Tapi memang tidak setiap hari senjanya terlihat bagus. Terkadang tertutup awan. Apalagi ini musim hujan. Hari ini mataharinya terlihat sangat indah. Senang bisa melihat warga menikmatinya. Sampai tidak menyadari waktu magrib sudah tiba,” akunya.
Saat azan magrib berkumandang, beberapa di antara pengunjung ada yang memilih pulang, dan ada juga yang bertahan di sana untuk menyantap hidangan berbuka.
Harga makanan di sana juga sangat terjangkau. Pengunjung bisa memilih berbagai menu sesuai selera masing-masing.
Suasana pantai Ampenan memang tidak mengalami perubahan. Tempat itu tetap menjadi lokasi favorit warga. Wabilkhusus di bulan puasa. (Fatih Kudus Jaelani/r3)
Editor : Kimda Farida