Bendungan Batujai yang terletak di Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) adalah spot ngabuburit yang ramai dikunjungi warga Gumi Tatas Tuhu Trasna. Mereka menghabiskan waktu sambil menunggu momen berbuka puasa tiba. Mereka asyik menikmati senja dengan latar belakang pemandangan air bendungan yang tenang dan jernih.
------------------------
SELEPAS salat Asar, jalanan menuju Bendungan Batujai tiba-tiba menjadi ramai, Selasa (11/3) sore. Puluhan pengendara sepeda motor seperti berondong-bondong memasuki area bendungan. Keramaian oleh iring-iringan motor itu mulai terlihat sejak dari pintu gerbang selamat datang di sisi Jalan TGH Lopan menuju bypass Bandara Internasional Lombok (BIL).
Melihat ke dalam area bendungan, suasana semakin ramai. Sepeda motor diparkir berjejer di sepanjang jalan.
Pengunjung dari beragam usia berbaur. Mulai anak muda, orang tua hingga anak-anak. "Tiap sore ramai seperti ini. Saya kalau bosan di rumah pasti ke sini ajak suami dan anak-anak," tutur Hertina, 35, salah seorang pengunjung.
Perempuan asal Kelurahan Semayan, Praya, itu datang bersama suami dan tiga anaknya. Suami istri itu duduk santai di tepi jalan sisi pintu air bendungan. Sementara tiga anaknya berlari-larian di sepanjang jalan. "Di sini aman untuk anak-anak. Pokoknya jangan sampai mendekati air bendungan saja," sambung Herman, suami Hertina.
Aktivitas pengunjung memang banyak terkonsentrasi di jalan sisi bangunan pintu air bendungan. Sebagian besar terlihat duduk-duduk santai menghadap hamparan air bendungan yang tenang dan jernih. Pantulan sinar matahari sore yang lembut membuat suasana semakin syahdu.
Sukriadi, pemuda 28 tahun asal Jonggat itu sengaja datang untuk ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka puasa. Dia datang bersama lima pemuda lain sesama tongkrongannya. "Enaknya di sini duduk bengong sambil lihat air bendungan. Suasananya tenang sekali," ujar Sukriadi lalu tersenyum.
Bukan hanya pemandangan air yang diperoleh. Pemandangan hijau dari tanaman padi di persawahan sekitar bendungan juga sangat memanjakan mata. Sejumlah pohon jati di sisi bawah bendungan juga menambah eksotis panorama. Aktivitas nelayan di atas perahu di tengah waduk juga menambah indah pemandangan.
Sehingga komposisi lanskap pemandangan cukup lengkap di sekitar bendungan. Ada air yang jernih dan hijaunya sawah dan pepohonan yang tumbuh menjulang. Bangunan pintu air yang khas tinggi menjulang juga menjadi daya tarik tersendiri. Bangunan ini turut menambah keindahan pemandangan didaerah tepi bendungan.
"Intinya kalau sudah bengong di sini nggak terasa tiba-tiba sudah magrib," ujar Sofwan, pengunjung lainnya.
Pada musim hujan seperti saat ini, pemandangan Bendungan Batujai terasa lebih indah. Selain airnya yang hijau, pemandangan Kota Praya juga terlihat dari sini. Saat malam, kerlap kerlip lampu juga terlihat jelas seperti kunang-kunang.
Bendungan Batujai juga surga bagi penghobi mancing. Tidak heran banyak pengunjung yang sengaja datang sambil membawa peralatan mancing. Mereka betah duduk berlama-lama sambil menunggu kailnya dimakan ikan. Seperti ikan gabus, nila, mujair dan lele. "Sebenarnya tujuan utama untuk ngabuburit. Tapi sambilan mancing," tutur Suparlan, warga asal Mantang.
Saat Lombok Post bertandang ke sana Selasa lalu, pinggir waduk banyak berjejer orang memancing. Mereka terlihat serius menunggu kail pancingnya dimakan ikan. "Ini hanya sambilan saja. Kalaupun beneran dapat ikan jadi bonus saja," sambungnya lalu tertawa.
Sayangnya belum ada pusat UMKM makanan yang beroperasi. Sehingga beberapa menit menjelang azan magrib, para pengunjung berangsur-angsur meninggalkan Bendungan Batujai. Padahal kunjungan itu seharusnya bisa menciptakan peluang ekonomi bagi warga sekitar.
"Kalau ada warung yang menyiapkan makanan atau minuman buat buka seharusnya masih betah di sini. Tapi karena nggak ada yang jualan ya terpaksa pulang," tutur Kurnia Sandi pengunjung lainnya asal Kuripan, Lombok Barat.
Menikmati Bendungan Batujai saat sore tidak hanya di sisi pintu air bendungan. Tapi juga bisa dieksplor dari sisi utara yang masuk Kota Praya. Di sana, ada Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tonjeng Beru yang terletak di Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya.
Di sini bahkan fasilitas publik cukup lengkap. Taman Tonjeng Beru dilengkapi dengan deretan gazebo alias berugak untuk duduk-duduk. Juga tersedia jalur joging track untuk pejalan kaki. Ketika azan magrib, di sana tersedia warung yang menjual aneka makanan dan minuman.
Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Loteng Lalu Sungkul mengatakan Bendungan Batujai yang menjadi proyek swasembada pangan nasional yang dibangun pada era Presiden Soeharto itu telah menjadi objek wisata rakyat. Sebab di luar Ramadan, area itu selalu ramai oleh wisatawan. Bukan hanya dari Lombok Tengah, tapi juga sebagian warga Lombok Barat hingga Lombok Timur juga banyak yang datang ke sana.
"Kita harus menangkap ini sebagai peluang pariwisata yang bisa menggerakkan perekonomian," ujar Sungkul.
Oleh karena itu pihaknya sangat mendukung kalau di sekitar bendungan ada sentra UMKM yang menjual makanan dan minuman. Termasuk merchandise dan kerajinan tangan khas yang bisa dibeli pengunjung. Syaratnya tetap harus menjaga kebersihan sehingga pengunjung betah berlama-lama. "Yang penting harus ditata dan dijaga kebersihannya. Jangan sampai bikin area bendungan kumuh dan semrawut," imbuh Sungkul. (UMAR WIRAHADI/r3)
Editor : Jelo Sangaji