Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Takjil yang Ditawarkan saat Ngabuburit di Lapangan Malomba Cukup Beragam, Anak-Anak Bisa Melukis atau Naik Odong-Odong

nur cahaya • Sabtu, 22 Maret 2025 | 20:00 WIB

 

MENUNGGU BERBUKA PUASA: Selain lapak penjual kudapan dan minuman segar yang diburu, tak jarang warga kota juga menunggu momen berbuka puasa, dengan menikmati wahana permainan di depn lapangan malomba.
MENUNGGU BERBUKA PUASA: Selain lapak penjual kudapan dan minuman segar yang diburu, tak jarang warga kota juga menunggu momen berbuka puasa, dengan menikmati wahana permainan di depn lapangan malomba.
 

Menjelang berbuka puasa, biasanya anak-anak sering merasa waktu berjalan begitu lambat. Ini membuat mereka tidak sabaran, lantaran lapar dan haus mulai menyerang. Supaya tidak demikian, ada orang tua yang mengajak anaknya melakukan aktivitas seru. Dengan menikmati permainan di Lapangan Malomba, Ampenan.

------------------------

Lagu anak-anak nyaring terdengar di depan Lapangan Malomba. Iramanya seolah menemani para penjual aneka kudapan dan minuman segar untuk berbuka puasa, sepanjang jalan Yos Sudarso, Ampenan.

Lagu itu memang sengaja diputar, untuk menarik perhatian anak-anak yang orang tuanya membeli takjil di lokasi tersebut. Maklum saja, di depan Lapangan Malomba, telah lama dikenal sebagai salah satu lokasi hiburan warga Kota Mataram.

Seperti yang dilakukan Fitri Usman. Warga Mataram ini membawa serta putrinya yang berusia lima tahun, untuk bermain sambil menunggu waktu berbuka puasa. Meski permainan tidak sebanyak pada hari biasa, di bulan Ramadan, odong-odong, atau yang sering disebut mobil mini atau kereta mini masih bisa dijumpai.

“Memang niatnya mau ke sini, pengen ajak anak main, kalau hari biasa kita ke sini kok, tetapi karena puasa jadi agak jarang, nah pas anaknya lagi kangen banget, saya antar ke sini dan lihat dia main itu bawaannya jadi senang aja,” kata dia.

Odong-odong terdiri dari sebuah kendaraan yang dapat bergerak berputar atau maju mundur, dengan tempat duduk yang terbuat dari bahan yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Nah, odong-odong yang ada di depan Lapangan Malomba, memiliki desain yang cukup menarik.

Ada yang berbentuk mobil-mobilan, ada juga karakter kartun populer seperti Donald Duck, Hello Kitty, Doraemon hingga Pororo. Ini yang membuat anak-anak menjadi lebih tertarik.     

Menurutnya, sebagai orang tua, odong-odong menjadi alternatif hiburan yang cukup terjangkau dan aman bagi si kecil. Untuk bisa berputar atau berkeliling beberapa kali, dia hanya mengeluarkan kocek Rp 10 ribu saja.

“Itu sudah puas banget untuk anak saya, jadi seru aja di sini, apalagi sambil menikmati musik yang ceria, lagu anak-anak kan bikin mood bagus, jadi sambil anak keliling berputar, saya jadi ikut muter juga sambil jagain dia,” kata Fitri sambil tersenyum.

Beraktivitas semacam ini, tidak membuatnya lelah meski sedang dalam kondisi puasa. Justru malah sebaliknya, lebih semangat. Mungkin karena nemenin anak bermain, katanya. Lagi pula, ini menjadi caranya untuk bergerak. “Lihat anak ketawa, siapa sih yang nggak senang, dan itung-itung jadi kayak olahraga juga,” ujarnya.

Selain Fitri, ada Suratman dan seorang cucu laki-lakinya yang juga menikmati permainan di Lapangan Malomba. Warga Ampenan itu bercerita, awalnya ia dan sang cucu hanya ingin membeli takjil untuk buka puasa, yaitu es kepala muda dan gorengan.

Namun, sang cucu mengalihkan pandangan dan tertarik pada deretan papan lukisan yang disediakan pengelola. Pada setiap papan lukisan itu, terdapat pola gambar yang sudah tercetak rapi di kanvas putih. Dengan berbagai karakter kartun populer, membuat anak-anak antusias mewarnai.

Seperti pada umumnya, cucu Suratman memilih gambar yang disukai untuk diwarnai. “Pengen satu mau mewarnai katanya, jadi ya sudah sambil kita nunggu dekat-dekat azan magrib juga, bolehlah nyenengin cucu,” ujarnya.

Hasil anak mewarnai bisa langsung dibawa pulang. Kakek Suratman mengatakan di hari biasa, ini telah menjadi semacam aktivitas rutin, ia bersama sang cucu sering menyambangi wahana lukisan ini di Taman Sangkareang.

Namun ketika Ramadan, dan jarak Taman Sangkareang membutuhkan waktu dari tempat tinggalnya di Ampenan, sementara waktu berbuka puasa tidak lama lagi, maka salah satu pilihan tepat menurutnya, di Lapangan Malomba.

“Kalau hari-hari biasa, kita jalan-jalan ke Sangkareang, kalau puasa begini, pilih yang dekat-dekat saja, di sini juga bagus kok,” kata dia.

Karena kegemaran sang cucu, Kakek Suratman juga ikut gembira melihat kreativitas sang cucu. Menurutnya, media mewarnai semacam ini, tidak membuat sang cucu ketergantungan pada gadget. Tetapi, juga bisa membuatnya belajar seni, sabar, dan mengasah kemampuan diri. “Ini bagus untuk anak-anak, kreativitasnya dan daya ingatnya bisa jalan, karena kan ada karakter yang dia udah familiar, jadi dia bisa ingat warna dari karakter yang dikerjakan itu,” jelasnya.

Tak terasa, baik Fitri Usman dan anak, serta Suratman bersama cucu, mengakhiri kegiatan bermain dan saling berpamitan. Azan maghrib sudah dekat untuk berkumandang.

Kendati demikian, warga kota masih berlalu lalang, dan silih berganti membeli kudapan dan minuman segar untuk berbuka puasa. Dari pantauan langsung, lapak penjual dimsum, es kelapa muda serta es teh, terus didatangi oleh para pembeli. (YUYUN ERMA KUTARI/r3)

Editor : Rury Anjas Andita
#kudapan #pembeli #Lapangan Malomba #berbuka puasa #Anak #Hiburan #Mataram #odong-odong #Lapak #Puasa #alternatif