Selain memiliki berat badan ideal, di usia senja, ia juga terlihat beberapa tahun lebih muda.
Itulah sebabnya sampai saat ini, hampir setiap hari, ia tak pernah absen mengitari track jogging di Taman Udayana.
Pagi jelang siang yang cerah di Taman Udayana, Kota Mataram.
Yustinus Habur terlihat tengah refleksi tangan dan kakinya di lokasi taman ceria, yang dulunya lebih dikenal dengan taman lansia.
Baca Juga: Penempatan Pejabat Pemkab Lobar Diklaim Sesuai Hasil Job Fit, 10 Jabatan Eselon II Kosong
Warga Kota Mataram itu mengenakan kaos oblong putih dan celana training hitam.
Di taman itu, hampir setiap hari kita bisa berdiskusi dengan pak Yustinus. Ya, dia memang merupakan satu dari beberapa lansia yang berkomitmen untuk jogging atau jalan kaki di sana. Komitmen itulah yang menjadi awal cerita.
Pada Lombok Post, Yustinus bercerita jika awalnya ia adalah seorang akuntan yang menuntutnya lebih banyak duduk di depan buku dan komputer di dalam ruangan.
Sedikit bergerak, dan sedikit juga menghirup udara segar. Kebiasaan itu tak langsung ia tinggalkan setelah pensiun.
"Saya mulai jogging tahun 2024 lalu. Saat itu ada menantu saya meninggal kena serangan jantung. Padahal masih muda. Itulah yang mengggah saya untuk rajin berolahraga. Salah satu yang dianjurkan adalah jalan kaki ( jogging, red) ini," kata Yustinus.
Baca Juga: Pendaftaran Calon Ketua PMI Lombok Barat Dibuka, Sosok Pemimpin Seperti Apa yang Dicari?
Tak hanya kejadian itu, kondisi kesehatan Yustinus saat itu memang tidak baik-baik saja. Ia menuturkan jika memiliki penyakit hipertensi atau darah tinggi yang dampaknya sudah mengarah ke jantung. Selain itu, berat badannya juga tidak ideal.
“Waktu itu 88 kilogram,” kata dia sambil tersenyum.
Masalah lainnya adalah detak jantung per menitnya pernah sampai 25 bpm. Jumlah tersebut menyiratkan adanya bahaya yang serius karena detak jantung normal orang dewasa adalah 60-100 bpm.
Namun setelah rajin berjalan kaki, tubuhnya mengalami perubahan. Pria yang tidak mengonsumsi alkohol dan rokok kini memiliki detak jantung normal dengan rata-rata 70 bpm dan berat badan 68 kilogram.
“Kalau berat badan turun naik.Dikisaran 67,68, 69. Dulu saya gemuk,” ujarnya.
Perubahan itu tak hanya tampak dari dua hal tadi, Yustinus sebenarnya tampak sepuluh tahun lebih muda dari usianya. Jadi, saya tidak berkomentar.
Namun yang ia yakini, berjalan kaki setiap hari dapat meningkatkan kesehatan tubuh yang sudah memasuki usia senja.
Baca Juga: Patut Dicontoh, MAN 1 Mataram Gelar Perspisahan dengan Aksi Peduli Lingkungan
Sebagai lansia yang menikmati Taman Udaya, Yustinus berterima kasih kepada pemerintah Kota Mataram yang telah menyediakan tempat yang nyaman baginya.
Ia menuturkan, hari ini orang yang berjalan kaki tambah banyak. Kalau jalan sore atau pagi, ia selalu mendapatkan suasana track yang ramai.
“Terima kasih pak Wali Kota. Kami berharap agar Taman Udayana ini bisa tetap menjadi tempat yang nyaman bagi warga, khususnya kami para lansia,” jelasnya.
Ia mengaku agak terganggu dengan banyaknya kendaraan bermotor yang parkir di area track jogging.
Namun hal itu hanya terjadi di hari-hari tertentu. Selain itu, ia merasa tidak memiliki masalah.
Baca Juga: Kapok! Nekat Bawa Sampah ke Atas Rinjani, Puluhan Pendaki Kena Black List, Begini Kata Menhut
Yustinus ternyata adalah Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) NTB. Sehari-hari ia masih aktif bekerja. Oleh karena itu, ia berusaha untuk tidak pernah absen ke taman Udayana.
“Memang kendala awal-awal utamanya adalah malas keluar. Apalagi kita yang sudah tua. Tapi itu harus dilawan,” paparnya.
Adapun jadwal larinya tak menuntaskan. Kadang dia memilih pagi, kadang sore, atau bisa juga siang hari.
Ia sebenarnya lebih senang di siang hari karena suasana track lebih sepi.
Sehingga ia juga bisa melakukan anjuran jogging yakni berjalan mundur.
Kata dia, berjalan mundur dianjurkan untuk mengimbangi. Meskipun itu tidak mudah.
Di hari-hari tertentu, apalagi di musim penghujan seperti ini, Yustinus akan mengganti jogging dengan senam di dalam rumah. Ia memastikan, tidak ada satu hari pun tanpa berolahraga.
Mereka Terlihat Awet Muda
Bq Hulmi Susilawati, 43 tahun, seorang pedagang di kawasan Taman Udayana menceritakan para lansia yang sering berjalan kaki di Taman Udayana.
Kata dia, rata-rata mereka terlihat jauh lebih muda dari usianya.
"Ini yang menggerakkan saya juga untuk jogging. Saya melihat rata-rata usia mereka 65 tahun ke atas, tapi kalau yang rajin jogging, keliatannya pasti jauh lebih muda," kata Hulmi.
Ia juga menceritakan seorang lansia yang berusia 65 tahun, tapi terlihat seperi gadis dari belakang.
Mungkin pandangan subyektifnya berlebihan, namun Hulmi memastikan apa yang ia lihat memang benar adanya.
"Saya juga terheran-heran. Dan intinya mereka itu rutin. Tidak pernah melewatkan satu hari pun. Kecuali kalau hujan," jelasnya.
Baca Juga: Bukan Jago Kandang, QRIS Berhasil Tembus ASIA, Bukti Teknologi Digital Indonesia Diakui Dunia
Taman cerita tempat rombong jualannya memang dikhususkan untuk lansia. Hulmi menunjukkan track jalan terapi yang ada di lokasi tersebut. Ia menuturkan, dulunya tempat ini memang menjadi tempat berkumpulnya komunitas lansia.
“Namun setelah cukup lama, sekarang tidak menjadi tempat komunitas. Tapi tetap saja ada lansia yang datang menikmati fasilitas yang ada,” paparnya. (tih)
Editor : Kimda Farida