Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Aulia Ahimsa Martawiguna, Dokter Spesialis Bedah Penggila Olahraga Lari, Rela War Tiket Demi Slot Full Marathon di Gold Coast Australia

Umar Wirahadi • Sabtu, 20 September 2025 | 12:13 WIB
dr Aulia Ahimsa Martawiguna, M.Biomed., Sp.B., FinaCS saat mengikuti full marathon di Gold Coast, Queensland, Australia, pada Juni 2024.
dr Aulia Ahimsa Martawiguna, M.Biomed., Sp.B., FinaCS saat mengikuti full marathon di Gold Coast, Queensland, Australia, pada Juni 2024.

 

LombokPost – Olahraga lari sudah menjadi gaya hidup dr Aulia Ahimsa Martawiguna, M.Biomed., Sp.B., FinaCS.

Di sela-sela kesibukannya sebagai dokter spesialis bedah di RSUD Dr R. Soedjono Selong, Lombok Timur, dia aktif mengikuti berbagai event balap lari.

Baik di dalam maupun luar negeri. Bukan karena mengejar medali dan legitimasi, tapi lari sudah menjadi kebutuhan dokter Ahimsa. 

Masih terbayang dalam benak dr Aulia Ahimsa Martawiguna, M.Biomed., Sp.B., FinaCS. Dia hampir saja menyerah saat mengikuti event bertajuk full marathon 42 kilometer (km) di Gold Coast, Queensland, Australia, Juni 2024 lalu.

Tapi dengan tekad kuat dan pantang menyerah, ia akhirnya mampu melibas rute menantang di tengah cuaca dingin Negeri Kangguru. 

Rasa lelah pun terbayar lunas saat pijakan kaki berhasil melintasi garis finish. "Rasanya puas sekali. Ini race paling panjang dan menantang yang pernah saya ikuti di luar negeri," kata dr Ahimsa, sapaan karibnya kepada Lombok Post, Kamis (18/9).

Tentu butuh perjuangan agar bisa mengikuti event itu. Dirinya harus terus meng-update informasi di link website. Biasanya muncul 5-6 bulan sebelum race digelar. Nah, setelah muncul di website, ia harus ikut war slot agar bisa mengikuti race.

Karena sistemnya tidak menggunakan balot, sehingga jika masih tersedia bisa langsung mendapatkan slot untuk mengikuti event.

"Waktu ikut event race ini tentu saya mengajukan cuti resmi. Karena Di RSUD Selong (RSUD Dr R. Soedjono Selong, Red) ada tiga dokter bedah. Jadi bisa saling back up tugas kalau ada dokter yang cuti," tuturnya. 

Selain full marathon 42 km di Australia, Ahimsa juga pernah mengikuti dua kali race di Singapura. Yaitu akhir 2023 dan akhir 2024. Dua event yang diikuti adalah kategori 10 km dan half marathon atau 21 km.

"Dua event itu sama-sama berkesan karena banyak dikuti pelari dari berbagai negara. Ini membuat saya makin termotivasi untuk memacu diri," ujar dr Ahimsa.

Di dalam negeri, dia pernah mengikuti sejumlah event. Di antaranya Garmin Run 2023 di Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Itu pertama kalinya dia ikut race dalam skala besar dengan melibas lintasan 10 km.

dr Aulia Ahimsa Martawiguna, M.Biomed., Sp.B., FinaCS saat mengikuti event bertajuk full marathon di Gold Coast, Queensland, Australia, Juni 2024 lalu.
dr Aulia Ahimsa Martawiguna, M.Biomed., Sp.B., FinaCS saat mengikuti event bertajuk full marathon di Gold Coast, Queensland, Australia, Juni 2024 lalu.

Beberapa event lokal di Lombok yang digelar oleh Bank NTB Syariah juga kerap diikutinya. "Memang saya mulai race sejak 2023. Karena tahun-tahun ini mulai booming dan banyak event yang digelar," tuturnya.

Bagi dr Ahimsa, olahraga lari sudah menjadi kebutuhan hidupnya. Di luar event resmi yang diikuti, dia terus rutin lari setiap pagi.

Biasanya dikakukan usai Subuh pukul 05.00 Wita. Selain di Selong, tidak jarang dia datang ke Udayana, Kota Mataram, hanya untuk mengikuti lari pagi.

"Kebiasaan saya memang lari pagi usai Subuh. Tapi kalau tidak sempat diganti malam hari dengan catatan kalau tidak ada tugas medis," paparnya.

Kini, dokter kelahiran 18 Maret 1985 itu juga mengincar ajang World Marathon Majors (WMM). Ini adalah seri kejuaraan maraton bergengsi di dunia yang terdiri dari tujuh lomba utama: Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, New York City, dan Sydney.

Kompetisi ini mengakui maraton yang paling terkenal dan prestisius. Pelari yang berhasil menyelesaikan keenam maraton ini akan mendapatkan medali "Six Stars" sebagai pengakuan atas pencapaian luar biasa mereka.

Keenam maraton ini sangat populer di kalangan pelari elite dan amatir dari seluruh dunia. Dengan tingginya minat dan keterbatasan slot pendaftaran yang membuat proses pendaftaran menjadi kompetitif.

Sehingga menyelesaikan keenam maraton ini adalah impian besar bagi banyak pelari, menandakan dedikasi dan keunggulan dalam dunia lari maraton.

"Tahun ini rencananya mau ikut WMM. Tapi ternyata rezekinya sekolah dulu. Ya sudah nanti selesai sekolah saja," ujar dr Ahimsa yang sejak Juli lalu mengikuti Program Pendidikan Dokter Sub Spesialis Bedah Onkologi, di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Baca Juga: Mandalika Inline Skate NTB Borong Medali di Kejuaraan Nasional Play Pro Skate Marathon 2024

Dokter Ahimsa juga aktif memberikan edukasi ke masyarakat terkait manfaat olahraga lari dari sisi medis. Dikatakan, lari adalah olahraga paling simpel dalam menjaga pola hidup sehat.

Manfaatnya bagi kesehatan fisik sangat besar. Seperti meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru. Menurunkan berat badan, memperkuat otot hingga melepas stres dari rutinitas sehari-hari. 

"Lari ini olahraga paling simpel. Tidak butuh banyak persiapan. Cukup pakai sepatu dan outfit seadanya bisa lari," ujarnya.

Meski demikian, sambung dia, banyak orang malas melakukannya. Sehingga musuh terbesar adalah menaklukan diri sendiri dari rasa malas.

"Rasa malas ini musuh terbesar. Kalau tidak dimulai ya tidak akan bisa. Harusnya lari ini bisa menjadi rutinitas," paparnya.

Namun di sisi lain, dia mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri dalam berlari. Khususnya mereka yang memiliki riwayat sakit jantung. Sehingga medan dan rute harus disesuaikan dengan kemampuan tubuhnya. 

"Jangan paksa diri harus lari sekian kilometer. Harus disesuaikan dengan kemampuan diri," pungkas suami dr Shazita Adiba Martyarini, Sp.An-TI itu. (*)

 

Editor : Kimda Farida
#olahraga lari #full marathon #Half Marathon #gaya hidup #kesehatan fisik